Jawa Pos Radar Madiun – Rencana operasional tambang galian C di Desa Suluk, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, menuai penolakan warga.
Meski aktivitas pertambangan belum berjalan, warga Desa Blimbing sudah menyatakan keberatan.
Mereka khawatir mobilisasi kendaraan tambang yang melintasi wilayahnya bakal menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat.
Penolakan tersebut ditandai dengan pemasangan banner di tiga titik pada Minggu (20/9) pagi.
Aksi itu dilakukan warga RT 1 hingga RT 5 Desa Blimbing sebagai bentuk penyampaian sikap terhadap rencana aktivitas tambang galian C di desa tetangga.
Banner penolakan dipasang di pintu masuk perbatasan Desa Blimbing, pertigaan RT 3, serta lokasi yang menjadi akses masuk menuju area tambang.
Kapolsek Dolopo AKP Jumarni membenarkan adanya pemasangan banner tersebut.
Berdasarkan hasil pemantauan kepolisian, kegiatan itu diikuti sekitar 25 warga bersama ketua RT 1 hingga RT 5 dan sejumlah tokoh masyarakat Desa Blimbing.
"Rencana aktivitas tambang galian C tersebut lokasinya berada di Desa Suluk. Namun, mobilisasi kendaraan nantinya akan melewati Desa Blimbing," terang Jumarni, Senin (21/9).
Menurut Jumarni, rencana penggunaan akses jalan melalui Desa Blimbing menjadi salah satu alasan warga menyatakan penolakan.
Sebab, kendaraan yang digunakan untuk aktivitas pertambangan nantinya akan melintasi kawasan permukiman warga setempat.
Melalui banner yang dipasang, warga secara terbuka menyampaikan keberatan terhadap rencana tambang galian C tersebut.
Terutama berkaitan dengan mobilisasi kendaraan menuju lokasi pertambangan di Desa Suluk.
Kendati demikian, hingga pemasangan banner dilakukan, aktivitas tambang tersebut dilaporkan belum beroperasi.
Sementara itu, Polsek Dolopo terus memantau perkembangan situasi di lapangan.
Kepolisian juga menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Jumarni menyebut pemasangan banner merupakan bentuk penyampaian sikap warga terhadap rencana aktivitas pertambangan.
Pihaknya berupaya menjaga situasi tetap kondusif di tengah munculnya penolakan tersebut.
"Untuk sementara kami melakukan monitoring dan komunikasi dengan tokoh masyarakat guna menjaga situasi tetap kondusif," jelasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto