‘’Ada anggaran Rp 1 miliar untuk PKMK (pangan olahan untuk keperluan medis khusus),’’ kata Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Madiun Sufiyanto kemarin (7/4).
PKMK, lanjut dia, berupa susu bubuk. Nutrisi tambahan dalam kemasan sachet itu bakal diberikan kepada 312 baduta stunting. ‘’Baduta akan mendapatkan dua sachet sehari selama tiga bulan,’’ ujarnya.
Ratusan baduta sebagai sasaran intervensi penanganan stunting itu tersebar di 15 kecamatan di kabupaten ini. Potensi terbebas dari stunting dalam usia tersebut dinilai masih tinggi. ‘’Penentuan baduta penerima PKMK itu selektif, sesuai kondisi masing-masing,’’ ungkapnya.
Catatan dinkes, jumlah baduta stunting di Kabupaten Madiun lebih banyak ketimbang penerima PKMK. Kendati demikian, penanganan masalah gizi pada anak itu dilaksanakan secara bertahap. ‘’Pada 2022, ratusan baduta sudah mendapatkan. Bedanya, dulu susu cair sementara tahun ini bubuk. Sama saja itu,’’ sambungnya.
Sekadar diketahui, tahun lalu sebanyak 350 baduta mendapatkan nutrisi tambahan dalam rangka intervensi stunting. Anggaran yang dikeluarkan sejumlah Rp 1,2 miliar. (den/sat) Editor : Hengky Ristanto