Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Hujan di Musim Kemarau, Ini Deretan Penyakit yang Mengintai, Nomor 7 Bisa Sebabkan Kematian

Mizan Ahsani • Jumat, 13 September 2024 | 03:45 WIB
Ilustrasi anak batuk pilek (JAWAPOS.COM)
Ilustrasi anak batuk pilek (JAWAPOS.COM)

Jawa Pos Radar Madiun - Dalam beberapa hari terakhir, Madiun Raya diguyur hujan.

Namun, BMKG menyatakan bahwa musim kemarau masih akan berlangsung hingga Oktober.

Hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir merupakan anomali cuaca, dan bukan pertanda awal musim penghujan.

Kondisi cuaca yang tidak menentu seperti ini, dengan panas terik diselingi hujan, membuat tubuh rentan terhadap berbagai penyakit.

Berikut ini beberapa penyakit yang sering muncul dalam kondisi cuaca tidak stabil yang perlu diwaspadai:

Flu dan Pilek

Fluktuasi suhu yang drastis antara panas dan hujan membuat tubuh lebih rentan terhadap virus flu.

Penurunan daya tahan tubuh akibat perubahan cuaca memudahkan infeksi saluran pernapasan atas.

Gejala seperti demam, pilek, dan batuk sering kali muncul.

Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)

Debu dari musim kemarau yang kemudian tercampur dengan udara lembab saat hujan dapat memicu ISPA.

Polutan yang tersuspensi di udara lebih mudah dihirup, menyebabkan iritasi di saluran pernapasan.

Diare dan Penyakit Pencernaan

Perubahan cuaca juga memengaruhi kualitas air dan kebersihan lingkungan.

Hujan deras yang tiba-tiba dapat mencemari sumber air dengan bakteri atau virus yang memicu diare.

Konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi menjadi salah satu penyebab utama.

Demam Berdarah Dengue (DBD)

Meskipun masih kemarau, hujan yang turun dapat menciptakan genangan air, tempat nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.

Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya wabah DBD, terutama di wilayah dengan sanitasi buruk.

Penyakit Kulit

Kombinasi panas terik dan kelembapan tinggi bisa memicu berbagai masalah kulit seperti biang keringat, gatal-gatal, atau bahkan infeksi jamur.

Lingkungan yang lembab mendukung perkembangan mikroorganisme yang menyebabkan infeksi kulit.

Asma dan Alergi

Bagi penderita asma, perubahan cuaca ekstrem dapat memicu kambuhnya serangan.

Partikel debu, serbuk sari, dan polutan yang terbawa angin kering, lalu dihantam udara lembab saat hujan, dapat memperburuk gejala alergi dan asma.

Leptospirosis

Hujan yang menggenangi wilayah perkotaan atau pedesaan juga dapat meningkatkan risiko penyebaran leptospirosis.

Penyakit ini ditularkan melalui air yang terkontaminasi urine hewan pengerat seperti tikus.

Awas, leptospirosis dapat menyebabkan kematian.

Untuk terhindar dari berbagai penyakit tersebut, perhatikan cara pencegahan terbaik berikut ini:

Tetap waspada terhadap potensi penyakit yang sering muncul akibat perubahan cuaca. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#kemarau #hujan #penyakit #bmkg