Jawa Pos Radar Madiun – Bagi para perokok, momen menunggu adzan Maghrib sering kali bukan hanya soal menahan lapar, tapi juga menahan keinginan untuk segera "membakar" tembakau.
Istilah "mulut asam" menjadi alasan klasik mengapa rokok sering kali menjadi benda pertama yang dicari saat berbuka.
Namun, tahukah Anda? Merokok tepat saat perut kosong setelah belasan jam berpuasa jauh lebih berbahaya bagi kesehatan dibandingkan merokok di hari biasa.
Saat tubuh membutuhkan nutrisi dan oksigen untuk mengembalikan energi, memasukkan zat kimia rokok justru bisa berakibat fatal.
Berikut adalah beberapa dampak buruk yang mengintai jika Anda langsung merokok saat berbuka puasa:
1. Pusing Hebat dan Mual Mendadak
Saat perut kosong, kandungan karbon monoksida dalam asap rokok masuk ke aliran darah dan mengikat hemoglobin secara agresif. Akibatnya, kadar oksigen dalam darah menurun drastis. Inilah penyebab mengapa banyak perokok merasa pusing, mual, hingga lemas luar biasa sesaat setelah menghisap rokok saat berbuka.
2. 'Serangan' Asam Lambung (Heartburn)
Merokok saat berbuka dapat melemahkan otot katup esofagus. Dalam kondisi perut kosong, hal ini memudahkan asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Dampaknya, Anda akan merasakan sensasi nyeri seperti terbakar di dada (heartburn) dan ulu hati yang sangat tidak nyaman.
3. Risiko Penyakit Jantung dan Stroke Meningkat
Zat nikotin memicu lonjakan tekanan darah dan detak jantung secara mendadak. Lebih bahaya lagi, kadar trombosit (zat pembeku darah) pada perokok cenderung melonjak pesat saat berbuka. Jika dilakukan terus-menerus, hal ini memicu penyumbatan pembuluh darah arteri yang berujung pada risiko serangan jantung dan stroke.
4. Luka Lambung (Tukak Lambung)
Asap rokok dapat mengurangi produksi natrium bikarbonat dari pankreas, zat yang berfungsi menetralkan asam lambung. Tanpa asupan makanan sebagai pelapis, zat beracun rokok akan langsung mengiritasi dinding lambung, meningkatkan risiko radang hingga luka atau tukak lambung.
5. Momentum Emas untuk Berhenti
Puasa selama kurang lebih 13 jam sebenarnya adalah kemajuan besar bagi seorang perokok. Tubuh sudah mulai terbiasa tanpa nikotin selama setengah hari. Jika Anda mampu menahan diri lebih lama lagi setelah berbuka dan mengurangi jumlah batang secara konsisten, Ramadhan 2026 ini bisa menjadi titik awal Anda untuk benar-benar berhenti merokok.
*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.
Editor : Mizan Ahsani