Jawa Pos Radar Madiun - Air putih sering kali dianggap sepele, padahal perannya sangat vital bagi keberlangsungan hidup manusia.
Mengingat sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air (mencapai lebih dari separuh berat badan), kekurangan asupan cairan dapat langsung mengganggu berbagai fungsi organ penting.
Melansir dari laman Halodoc dan Kemkes RI, kebiasaan jarang minum air putih bisa memicu dehidrasi yang berdampak luas.
Berikut adalah 5 bahaya kesehatan yang mengintai jika kebutuhan cairan harian Anda tidak terpenuhi:
Dampak Kurang Hidrasi bagi Kesehatan
1. Tubuh Mudah Lelah dan Lemas
Cairan berperan dalam menjaga volume darah agar tetap optimal. Saat Anda kurang minum, aliran darah terhambat sehingga oksigen dan nutrisi tidak tersalurkan dengan baik ke seluruh sel tubuh.
Akibatnya, Anda akan merasa cepat lelah, lemas, dan tidak bertenaga meskipun tidak melakukan aktivitas berat.
2. Sulit Fokus dan "Kabut Mental"
Otak manusia sebagian besar terdiri dari air. Dehidrasi ringan sekalipun dapat mengganggu fungsi kognitif, menyebabkan sulit berkonsentrasi, pikiran terasa "berkabut" (brain fog), hingga menurunnya daya ingat.
Hal ini tentu akan menghambat performa kerja dan kreativitas Anda.
Baca Juga: 10 Bahaya Sering Menahan Lapar: Dampak Buruk Bagi Otak Hingga Risiko Penyakit Kronis
3. Penurunan Sistem Imunitas
Air diperlukan untuk memproduksi getah bening yang membawa sel darah putih ke seluruh tubuh untuk melawan infeksi.
Tanpa asupan air yang cukup, proses detoksifikasi dan pertahanan tubuh tidak berjalan optimal, membuat Anda lebih mudah jatuh sakit.
4. Masalah Pencernaan dan Sembelit
Sistem pencernaan membutuhkan air untuk melunakkan sisa makanan.
Kekurangan cairan akan membuat tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan, yang memicu sembelit (konstipasi). Jika dibiarkan kronis, hal ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan yang lebih serius.
5. Risiko Batu Ginjal dan Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Ginjal berfungsi menyaring racun dari darah untuk dikeluarkan melalui urine.
Kurang minum membuat zat-zat sisa mengendap dan mengkristal di dalam ginjal, yang meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal serta memicu infeksi saluran kemih (ISK). (naz)
Editor : Mizan Ahsani