Jawa Pos Radar Madiun - Kebiasaan minum susu pada anak memang umum dilakukan untuk mendukung pertumbuhan. Namun, konsumsi susu yang berlebihan ternyata dapat menimbulkan dampak negatif, terutama dalam menghambat penyerapan zat besi.
Dokter spesialis anak sekaligus konselor laktasi lulusan Universitas Sebelas Maret, Lucky Yogasatria, menjelaskan bahwa kandungan kalsium dalam susu dapat bersifat kompetitif terhadap penyerapan zat besi dalam tubuh.
“Yang bermasalah itu adalah kalsiumnya karena bisa jadi kompetitif dengan penyerapan zat besinya,” ujar Lucky di Jakarta.
Baca Juga: Kebiasaan Pagi Hari untuk Menurunkan Tekanan Darah Secara Alami
Batas Aman Konsumsi Susu Anak
Menurut Lucky, susu baik formula maupun susu segar tetap boleh dikonsumsi, tetapi harus dibatasi. Untuk anak usia dua tahun, konsumsi ideal maksimal sekitar 500 ml per hari.
Selain jumlah, waktu konsumsi susu juga penting. Disarankan untuk memberikan jeda sekitar dua jam sebelum atau sesudah makan agar penyerapan zat besi tetap optimal dan nafsu makan anak tidak terganggu.
Baca Juga: Cara Melancarkan BAB di Pagi Hari, Ini Tips dari Ahli Pencernaan
Bahkan, setelah usia dua tahun, kebutuhan susu tidak lagi menjadi prioritas utama karena anak sudah bisa mendapatkan nutrisi dari makanan utama (real food).
Hindari Teh pada Anak
Selain susu, minuman seperti teh juga sebaiknya tidak diberikan kepada anak. Kandungan dalam teh dapat menghambat penyerapan zat besi, sehingga berisiko menyebabkan kekurangan nutrisi.
Dampak Kekurangan Zat Besi
Kekurangan zat besi pada anak dapat menyebabkan anemia, gangguan perkembangan otak, hingga penurunan IQ. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memperhatikan asupan nutrisi anak.
Sumber Zat Besi untuk Anak
Untuk memenuhi kebutuhan zat besi, orang tua disarankan memberikan makanan kaya zat besi seperti hati ayam, daging ayam, dan daging sapi, terutama saat anak mulai memasuki fase MPASI.
Baca Juga: Sikat Gigi Sebelum atau Sesudah Minum Kopi? Ini Penjelasan Dokter Gigi
Pada bayi usia 0–4 bulan, kebutuhan zat besi masih dapat dipenuhi dari ASI. Namun, setelah usia 4–6 bulan, bayi memerlukan tambahan zat besi, baik dari makanan maupun suplemen sesuai anjuran dokter.
Kebutuhan zat besi bayi sekitar 11 mg per hari. Jumlah ini setara dengan konsumsi sekitar 70 gram hati ayam, yang dinilai lebih realistis dibandingkan sumber lain seperti daging ayam dalam jumlah besar.
Pengaturan pola makan yang tepat menjadi kunci utama dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Konsumsi susu tetap penting, tetapi tidak boleh berlebihan agar tidak mengganggu penyerapan zat besi yang krusial bagi tumbuh kembang anak.
Editor : Rimba Febriani