Jawa Pos Radar Madiun - Stres tidak selalu datang dalam bentuk kesedihan mendalam atau rasa tertekan yang hebat.
Psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia, Teresa Indira, mengungkapkan bahwa stres sering kali muncul dalam bentuk yang lebih halus dan gejalanya kerap dianggap sepele karena tidak selalu bersumber dari kejadian besar.
Menurut Teresa, manusia adalah sistem yang saling berinteraksi antara pikiran, emosi, tubuh, dan perilaku.
"Ketika beban mental menumpuk, tubuh akan memberikan sinyal-sinyal fisik maupun perubahan sikap yang sering kali tidak disadari sebagai gejala stres," sebutnya.
Baca Juga: Rahasia Bibir Gelap Tampil Memukau, Ini Daftar Warna Lipstik yang Bikin Wajah Auto Cerah
Gejala yang Sering Terabaikan
Beberapa tanda bahwa Anda mungkin sedang mengalami tekanan emosional meliputi:
-
Merasa lelah meskipun tidak melakukan aktivitas fisik yang berat.
-
Gangguan kognitif dan emosi. Contohnya sulit fokus, mudah tersinggung, atau merasa "kosong" dan kehilangan semangat.
-
Sakit kepala, ketegangan pada leher dan bahu, jantung berdebar, hingga gangguan pencernaan seperti maag.
-
Perubahan perilaku seperti menunda pekerjaan (prokrastinasi) karena merasa cemas tidak bisa menyelesaikannya dengan baik.
Teresa menjelaskan bahwa stres bisa bersumber dari tekanan sehari-hari yang dianggap normal, seperti kemacetan, beban pekerjaan rutin, hingga kurang tidur.
"Jika hal ini terjadi terus-menerus, beban tersebut akan menumpuk dan berdampak signifikan pada kondisi mental seseorang," jelasnya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani