Pentingnya aktivitas fisik ini juga ditegaskan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Dalam laporan tahun 2024, orang dewasa yang tidak memenuhi standar gerak harian memiliki risiko kematian 20 hingga 30 persen lebih tinggi.
Perilaku malas bergerak menjadi "pintu gerbang" utama menuju kondisi kesehatan yang lebih kronis, seperti hipertensi dan obesitas, yang pada akhirnya bermuara pada kegagalan fungsi jantung.
Kurangnya aktivitas fisik ternyata tidak hanya merugikan kesehatan secara individu, tetapi juga membebani ekonomi dunia.
Sebuah studi tahun 2022 menunjukkan bahwa gaya hidup tidak aktif bertanggung jawab atas pengeluaran sebesar sekitar Rp420 triliun untuk biaya perawatan kesehatan langsung secara global.
Hal ini terjadi karena lonjakan kasus diabetes tipe 2 dan penyakit jantung yang sebenarnya sangat mungkin dicegah dengan gerakan sederhana.
Baca Juga: Lebih Berbahaya dari Rokok? Inilah Alasan Mengapa Diam Terlalu Lama Bisa Memicu Serangan Jantung
Tips Gerakan Praktis di Sela Kesibukan:
-
Bangun dari Duduk: Berdiri setiap 30–60 menit sekali.
-
Berjalan Kaki: Manfaatkan waktu istirahat untuk berjalan kaki ringan di sekitar kantor.
-
Squat Sederhana: Lakukan beberapa kali gerakan squat di sela-sela aktivitas duduk untuk memacu sirkulasi.
Dr. Sanjay Bhojraj menekankan bahwa solusinya tidak selalu membutuhkan program latihan di gym yang berat.
Dengan hanya memberikan jeda gerakan pada otot, kita sudah membantu tubuh mempertahankan metabolisme yang sehat dan menjaga fungsi pembuluh darah tetap optimal. (naz)
Editor : Mizan Ahsani