Jawa Pos Radar Madiun - Bagi individu yang harus membatasi asupan pemanis, kehadiran gula stevia menjadi angin segar karena menawarkan rasa manis yang kuat namun tetap aman bagi kesehatan.
Pemanis alami ini diekstrak dari tanaman Stevia rebaudiana yang telah lama digunakan oleh masyarakat di wilayah Amerika Selatan seperti Brasil dan Paraguay.
Kandungan senyawa stevioside dalam gula stevia diklaim memiliki tingkat kemanisan hingga ratusan kali lipat dibandingkan dengan gula pasir konvensional pada umumnya.
Karena intensitas rasa manisnya yang sangat tinggi, ia hanya perlu digunakan dalam jumlah yang sangat sedikit sehingga konsumsi kalori harian dapat ditekan secara signifikan.
Bagi penderita diabetes, mengonsumsi gula stevia sangat membantu dalam mengontrol kadar gula darah karena kandungan karbohidratnya yang jauh lebih sedikit.
Baca Juga: Waspada Penuaan Dini! Cuci Muka dengan Air Panas Bisa Berdampak Buruk bagi Kulit Wajah
Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa stevia memiliki efek antidiabetes yang dapat memperbaiki sensitivitas insulin dan membantu menormalkan tekanan darah serta detak jantung.
Manfaat lain yang jarang diketahui adalah kemampuannya dalam mencegah risiko gigi berlubang karena tidak mengandung tingkat keasaman yang tinggi seperti gula biasa.
Bakteri di dalam mulut tidak mendapatkan asupan nutrisi dari stevia, sehingga lapisan enamel gigi tetap terjaga dari pengikisan asam yang merusak.
Proses pembuatan ekstrak stevia pun tergolong alami, yakni dilakukan dengan cara merebus daunnya hingga glikosida keluar, lalu dikeringkan menjadi bentuk bubuk murni.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, stevia menjadi alternatif terbaik bagi siapa saja yang ingin menjalankan pola hidup sehat tanpa harus kehilangan sensasi rasa manis. (naz)
Editor : Mizan Ahsani