Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Batas Usia Pubertas Remaja Perempuan: Kapan Harus Konsultasi Jika Belum Mengalami Menstruasi?

Suci Oktavia • Rabu, 22 April 2026 | 16:49 WIB
Ilustrasi wanita mengalami menstruasi.
Ilustrasi wanita mengalami menstruasi.

Jawa Pos Radar Madiun - Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG, memberikan panduan penting mengenai kapan seorang remaja putri harus segera memeriksakan diri jika belum mengalami haid.

Ia menekankan bahwa keterlambatan ini perlu diwaspadai guna memastikan hormon reproduksi dalam tubuh sudah berkembang dengan matang.

Kondisi kesehatan fisik dan perkembangan karakteristik seks sekunder menjadi indikator utama yang harus dipantau oleh orang tua pada remaja putri di masa pubertas.

Jika perubahan fisik dasar belum terlihat, intervensi medis mungkin diperlukan untuk mengevaluasi kurva pertumbuhan anak tersebut.

"Kalau dia (remaja putri) belum menstruasi itu harus konsultasi pada dokter, maksimal usia 14 tahun kalau anak tidak ada tanda seks sekunder," kata Dinda.

Ia menjelaskan bahwa tanda seks sekunder yang dimaksud meliputi pertumbuhan payudara serta tumbuhnya bulu-bulu halus di bagian tubuh tertentu.

Dinda menjelaskan bahwa proses menstruasi biasanya dimulai pada usia sekitar 10 hingga 11 tahun saat hormon reproduksi mulai mencapai level kematangan tertentu.

Baca Juga: Resep Kerang Saus Pedas Manis: Menu Seafood Rumahan yang Gurih dan Bergizi

Jika anak perempuan sudah menginjak usia 16 tahun dan sudah memiliki karakteristik fisik namun belum juga haid, hal tersebut tetap memerlukan konsultasi dokter.

Proses terjadinya haid sendiri dipicu oleh pematangan sel telur dan penebalan dinding rahim yang kemudian meluruh karena tidak terjadi pembuahan.

Meskipun indung telur sudah ada sejak lahir, hormon-hormon tersebut baru akan berfungsi sempurna saat anak memasuki usia remaja.

Orang tua diharapkan mampu membangun komunikasi yang terbuka agar anak tidak merasa bingung atau takut saat menghadapi perubahan pada tubuhnya.

Edukasi yang akurat dari lingkungan keluarga menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan reproduksi anak sejak dini.

Dinda mengingatkan agar orang tua proaktif dalam memahami kurva pertumbuhan dan tinggi badan anak sebagai bagian dari deteksi dini masalah kesehatan.

"Jadi jangan sampai si anak juga kebingungan, karena orang tuanya tidak mengerti," ucapnya mengakhiri penjelasan. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#pubertas #perempuan remaja #anak #remaja #menstruasi