Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Ahli Gizi Ingatkan Ortu agar Mengurangi Makanan Goreng untuk Anak, Ini Bahayanya

Suci Oktavia • Kamis, 23 April 2026 | 10:24 WIB
Ilustrasi kulit ayam ungkep goreng.
Ilustrasi kulit ayam ungkep goreng.

Jawa Pos Radar Madiun - Kebiasaan memasak dengan metode gorengan sering kali dianggap praktis, padahal pemberian makanan digoreng secara rutin merupakan kesalahan umum yang dapat merusak kualitas gizi keluarga.

Ahli gizi Dr. dr. Tan Shot Yen menegaskan bahwa suhu tinggi saat menggoreng mengubah zat gizi penting menjadi senyawa berbahaya yang merugikan tubuh sejak usia dini.

Zat berbahaya seperti lemak trans dan karsinogen pemicu kanker sering kali muncul akibat interaksi protein atau karbohidrat dengan minyak panas dalam makanan digoreng.

“(Nutrisi) bukan hilang, malah berubah jadi trans fat yang merugikan kesehatan,” kata Tan saat menjelaskan dampak negatif penggunaan minyak berlebih pada hidangan anak.

Paparan makanan digoreng yang terlalu sering juga membuat penyerapan gizi pada masa pertumbuhan menjadi tidak optimal, sehingga anak berisiko mengalami malnutrisi kronis.

Gangguan ini dapat bermanifestasi dalam berbagai masalah fisik, mulai dari tubuh yang terlalu kurus, kegemukan, hingga terhambatnya tinggi badan atau stunting.

Baca Juga: 4 Sayuran Penurun Kolesterol yang Ampuh dan Mudah Ditemukan

“Kurang gizi sejak kecil bisa jadi gangguan tumbuh kembang, kurus, kegemukan, pendek, mudah sakit,” tambahnya.

Sebagai alternatif yang lebih sehat, ia menyarankan agar keluarga mulai beralih ke metode memasak seperti dipepes atau menggunakan kuah bumbu asam dan santan yang lebih kaya rempah.

Selain membatasi gorengan, asupan ASI yang diberikan hingga usia dua tahun tetap menjadi fondasi nutrisi paling penting untuk menunjang daya tahan tubuh anak.

Edukasi mengenai keberagaman menu di meja makan keluarga sangat diperlukan agar gizi harian anak dapat terpenuhi sesuai dengan tahapan usianya secara seimbang.

Para orang tua disarankan untuk kembali merujuk pada buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai panduan resmi dalam menentukan porsi sayur, buah, dan protein hewani yang tepat.

Panduan ini sangat membantu dalam menyusun jadwal MPASI hingga anak berusia 5 tahun agar terhindar dari ketergantungan pada makanan berlemak jahat.

"Upaya menghentikan kebiasaan menggoreng secara berlebihan adalah langkah awal yang nyata dalam menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat dan kuat," pesan Tan Shot Yen. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#makanan goreng #bahaya #anak #penyakit #orang tua