Jawa Pos Radar Madiun - Menerapkan pola makan berbasis tumbuhan ternyata tidak selalu menjamin kesehatan otak jika jenis makanan yang dipilih termasuk dalam kategori tidak sehat.
Studi terbaru menunjukkan bahwa konsumsi produk nabati yang melalui banyak proses pengolahan justru berkaitan erat dengan risiko penurunan kognitif yang lebih tinggi.
Orang yang mengonsumsi makanan nabati rendah nutrisi dalam jumlah besar ditemukan mengalami peningkatan risiko demensia yang cukup tajam.
Hal ini membuktikan bahwa kualitas bahan pangan jauh lebih menentukan dibandingkan sekadar menghindari produk hewani dalam asupan harian.
Baca Juga: Rahasia Otak Tajam: Studi Ungkap Diet Berbasis Tumbuhan Efektif Cegah Demensia
Berikut adalah beberapa pemicu utama kenaikan risiko demensia menurut hasil studi:
-
Biji-bijian olahan (tepung-tepungan)
-
Kentang goreng dan makanan cepat saji
-
Jus buah kemasan dan gula tambahan
-
Penurunan asupan telur dalam jangka panjang
Ketidakseimbangan nutrisi akibat tingginya asupan gula dan rendahnya asupan biji-bijian utuh dapat merusak saraf otak dalam waktu sepuluh tahun.
Bahkan, peningkatan konsumsi makanan nabati yang tidak sehat secara bermakna ditemukan dapat meningkatkan risiko demensia hingga angka 25 persen.
Oleh karena itu, memilih makanan berkualitas tetap menjadi kunci utama perlindungan saraf otak. (naz)
Editor : Mizan Ahsani