Jawa Pos Radar Madiun - Pernahkah Anda berniat hanya membuka ponsel selama lima menit, namun justru berakhir menghabiskan waktu berjam-jam menggulir layar tanpa henti?
Kebiasaan ini dikenal dengan istilah doomscrolling.
Secara harfiah, doomscrolling adalah aktivitas menghabiskan waktu terlalu lama untuk mengonsumsi konten media sosial, mulai dari berita negatif, gosip, hingga video singkat yang terus muncul akibat algoritma platform.
Dampak Buruk bagi Kesehatan Mental
Meski terlihat sepele, para peneliti memperingatkan bahwa doomscrolling dapat berdampak serius pada kesehatan.
Aktivitas ini memicu kelelahan otak (brain fatigue) karena saraf terus-menerus dipaksa memproses informasi yang sering kali didominasi hal negatif.
Baca Juga: KPAI: Kasus Daycare Maut Little Aresha Terburuk di Indonesia dalam 3 Tahun Terakhir
Dampaknya, seseorang akan lebih mudah merasa cemas, mengalami kelelahan emosional, hingga sulit untuk berkonsentrasi pada pekerjaan nyata.
Sebuah survei dari Payless Power menunjukkan bahwa sekitar 64 persen warga Amerika Serikat terjebak dalam siklus ini, dan tren serupa juga menghantui pengguna ponsel di seluruh dunia.
Gangguan Tidur dan Fokus
Paparan konten tanpa henti sebelum tidur juga mengganggu kualitas istirahat. Otak yang seharusnya rileks justru tetap aktif dan waspada.
Jika dibiarkan, kemampuan fokus seseorang akan menurun drastis karena otak terbiasa dengan stimulasi cepat dan singkat dari media sosial, sehingga sulit untuk mengerjakan tugas yang membutuhkan pemikiran mendalam. (naz)
Editor : Mizan Ahsani