Jawa Pos Radar Madiun - Rasa sakit sering datang tiba-tiba. Kepala berdenyut, tubuh pegal, atau nyeri ringan yang mengganggu aktivitas.
Banyak orang memilih solusi instan: menelan obat pereda nyeri. Namun, di balik efek cepat yang dirasakan, tersembunyi risiko yang kerap diabaikan, terutama bagi kesehatan ginjal.
Risiko Serius di Balik Obat Pereda Nyeri
Penggunaan obat pereda nyeri secara berlebihan ternyata dapat berdampak langsung pada fungsi ginjal. Kebiasaan mengonsumsi obat ini tanpa pengawasan medis menjadi ancaman yang sering tidak disadari.
Menurut Dr Manan Doshi, kelompok obat yang paling sering menjadi penyebab masalah adalah Obat Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID). Beberapa contoh yang umum digunakan antara lain:
- Diclofenac
- Ibuprofen
- Naproxen
Obat-obatan ini memang efektif meredakan nyeri, tetapi penggunaan yang tidak terkontrol dapat memicu gangguan serius.
Bagaimana Obat Ini Mempengaruhi Ginjal?
Secara mekanisme, NSAID bekerja dengan menghambat produksi Prostaglandin, yaitu senyawa yang membantu menjaga aliran darah ke ginjal tetap stabil.
Ketika zat ini ditekan:
- Aliran darah ke ginjal menurun
- Fungsi ginjal terganggu
- Risiko Cedera Ginjal Akut meningkat
Kondisi ini bahkan bisa terjadi dalam waktu singkat, terutama jika obat dikonsumsi secara berlebihan atau dalam jangka panjang.
Kombinasi Obat yang Berbahaya
Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah fenomena “triple whammy.” Ini terjadi saat seseorang menggabungkan beberapa jenis obat sekaligus, seperti:
- Diuretik (misalnya Furosemide atau Dytor)
- Obat tekanan darah (seperti Telmisartan, Enalapril, atau Ramipril)
- Ditambah NSAID
Kombinasi ini dapat secara drastis menurunkan aliran darah ke ginjal, sehingga meningkatkan risiko kerusakan organ secara signifikan.
Baca Juga: Chery Omoda Facelift 2026 Resmi Mengaspal: Tampilan Futuristik, Kabin Semakin Premium
Kelompok yang Paling Rentan
Tidak semua orang memiliki risiko yang sama. Beberapa kelompok lebih rentan mengalami dampak buruk, antara lain:
- Penderita diabetes
- Pengidap hipertensi
- Orang dengan gangguan ginjal tahap awal
Pada kondisi ini, penggunaan obat pereda nyeri tanpa kontrol bisa memperparah keadaan.
Cara Aman Menggunakan Obat Pereda Nyeri
Agar tetap aman, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan:
- Gunakan dosis terendah yang efektif
- Konsumsi dalam waktu sesingkat mungkin
- Hindari penggunaan rutin tanpa saran dokter
- Segera periksa jika nyeri berlangsung lebih dari 3–5 hari
“Nyeri yang berlangsung lebih dari 3–5 hari sebaiknya diperiksakan ke dokter, bukan diatasi dengan menambah dosis obat,” imbuh dia.
Obat pereda nyeri memang memberikan kelegaan cepat, tetapi penggunaan yang sembarangan bisa berdampak panjang.
Ginjal, sebagai organ vital, membutuhkan perhatian ekstra—terutama dari kebiasaan yang tampak sepele.
Mengelola nyeri dengan bijak bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga investasi untuk kesehatan jangka panjang. (naz)
Editor : Mizan Ahsani