Jawa Pos Radar Madiun - Skrining kesehatan kini semakin mudah dilakukan tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan.
Melalui inovasi digital dari BPJS Kesehatan, masyarakat bisa melakukan skrining riwayat kesehatan secara mandiri hanya lewat smartphone atau komputer.
Fitur ini memungkinkan peserta mendeteksi risiko penyakit kronis seperti diabetes, TBC, anemia, hingga kanker sejak dini tanpa biaya tambahan.
Selain praktis, hasil skrining juga bisa langsung digunakan sebagai bahan pertimbangan tenaga medis dalam memberikan pelayanan yang lebih tepat.
Skrining ini disarankan dilakukan minimal satu kali dalam setahun selama status kepesertaan masih aktif dan data valid.
Baca Juga: Perbedaan BPJS PBI dan Non-PBI 2026: Peserta, Iuran, Manfaat, dan Cara Cek Status Terbaru
Cara Skrining BPJS Kesehatan via Aplikasi Mobile JKN
Bagi pengguna ponsel, aplikasi Mobile JKN menjadi cara paling praktis untuk melakukan skrining. Berikut langkah-langkahnya:
1. Unduh dan Buka Aplikasi
Aplikasi tersedia di Play Store dan App Store. Pastikan Anda mengunduh versi resmi.
2. Login ke Akun
Masuk menggunakan NIK atau nomor kartu JKN serta kata sandi.
3. Pilih Menu Skrining
Klik menu “Lainnya”, lalu pilih “Skrining Riwayat Kesehatan”.
4. Tentukan Peserta
Pilih nama peserta yang akan melakukan skrining, baik diri sendiri maupun anggota keluarga.
5. Isi Kuesioner
Jawab seluruh pertanyaan dengan jujur, mulai dari riwayat penyakit hingga gaya hidup.
6. Simpan Hasil
Klik “Simpan” atau “Kirim” dan hasil akan langsung muncul secara real-time.
Cara Skrining BPJS Kesehatan via Situs Resmi
Selain aplikasi, skrining juga bisa dilakukan melalui situs resmi BPJS Kesehatan. Metode ini cocok bagi pengguna laptop atau komputer.
1. Akses Website Skrining
Kunjungi situs resmi BPJS Kesehatan melalui browser.
2. Masukkan Data Diri
Isi NIK, tanggal lahir, dan kode captcha.
3. Setujui Ketentuan
Klik “Setuju” untuk melanjutkan proses.
4. Isi Kuesioner
Lengkapi formulir dan jawab seluruh pertanyaan yang tersedia.
5. Simpan Hasil
Klik “Simpan” dan hasil skrining akan ditampilkan langsung.
Baca Juga: Kado May Day 2026: Presiden Prabowo Wajibkan Aplikator Tanggung BPJS Kesehatan Ojol
Manfaat Skrining Kesehatan Mandiri BPJS
Skrining bukan sekadar formalitas, tetapi memiliki banyak manfaat penting:
Deteksi Dini Penyakit
Mengidentifikasi risiko penyakit seperti jantung, hipertensi, dan diabetes sebelum muncul gejala serius.
Membantu Diagnosis Dokter
Data skrining dapat digunakan tenaga medis untuk analisis yang lebih akurat.
Rekomendasi Tindak Lanjut
Peserta dengan risiko tinggi akan diarahkan untuk segera ke fasilitas kesehatan.
Gratis dan Praktis
Tidak dipungut biaya dan bisa dilakukan kapan saja, di mana saja.
Meningkatkan Kesadaran Hidup Sehat
Mendorong peserta untuk lebih peduli terhadap pola makan dan aktivitas fisik.
Perbandingan Metode Skrining BPJS Kesehatan
| Metode | Aplikasi Mobile JKN | Situs Resmi |
|---|---|---|
| Aksesibilitas | Mudah via smartphone | Via browser |
| Perangkat | HP Android/iOS | Laptop/PC |
| Kecepatan | Cepat | Cepat |
| Internet | Diperlukan | Diperlukan |
| Tampilan | User-friendly | Informatif |
Syarat Skrining BPJS Kesehatan
Agar skrining dapat dilakukan, pastikan:
- Status kepesertaan aktif
- Data diri valid dan sesuai
- Dilakukan minimal setahun sekali
- Semua pertanyaan diisi lengkap
Tips Agar Skrining Lancar
- Gunakan koneksi internet stabil
- Isi data dengan benar dan jujur
- Luangkan waktu agar tidak terburu-buru
- Simpan hasil skrining sebagai arsip
Baca Juga: Sinergi BPJS dan Pemda Perluas Cakupan JKN, Skema PBPU Jadi Kunci Perlindungan Kesehatan Warga
Disclaimer
Informasi ini dapat berubah sesuai kebijakan terbaru dari BPJS Kesehatan.
Data yang disajikan merupakan kondisi terkini dan disarankan untuk selalu mengecek sumber resmi.
Melakukan skrining kesehatan mandiri adalah langkah sederhana namun berdampak besar bagi masa depan.
Dengan layanan gratis dan akses mudah, tidak ada alasan untuk menunda pemeriksaan.
Mulai sekarang, cek kondisi kesehatan Anda dan ajak keluarga untuk ikut peduli sejak dini.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani