Jawa Pos Radar Madiun – Di tengah ketergantungan masyarakat yang semakin tinggi terhadap perangkat digital pada tahun 2026, perdebatan mengenai dampak layar gadget terhadap kesehatan mata sering kali menjadi simpang siur. Banyak informasi beredar yang mencampuradukkan antara fakta medis yang sahih dengan mitos yang cenderung berlebihan, terutama terkait istilah "radiasi" layar.
Banyak orang percaya bahwa layar ponsel dapat menyebabkan kerusakan struktural permanen seperti kebutaan. Namun, secara medis, hal tersebut tidaklah benar. Paparan layar gadget tidak memberikan dampak destruktif langsung pada anatomi mata hingga menyebabkan kebutaan. Keluhan yang sering muncul selama ini sebenarnya bersifat fungsional, bukan struktural.
Baca Juga: Bebas Air Mata! 6 Tips Mengiris Bawang Merah Tanpa Perih Saat Memasak
Demikian pula dengan kekhawatiran terhadap blue light atau cahaya biru. Meski sinar biru dalam intensitas tinggi seperti radiasi ultraviolet (UV) matahari berbahaya, jumlah yang dipancarkan oleh layar gadget saat ini sebenarnya terlalu rendah untuk merusak retina. Sakit kepala yang sering dikeluhkan pengguna pun bukanlah dampak langsung dari radiasi ionisasi, melainkan gejala dari Digital Eye Strain atau kelelahan mata akut.
Penyebab Utama Mata Perih dan Lelah
Faktanya, kondisi mata merah, kering, dan pandangan kabur setelah menatap layar dalam waktu lama disebabkan oleh mekanisme kerja otot mata yang dipaksa bekerja ekstra keras. Saat kita fokus pada objek jarak dekat seperti ponsel atau laptop, otot mata berkontraksi terus-menerus tanpa jeda.
Kondisi ini diperparah dengan fakta bahwa manusia cenderung berkedip 50 persen lebih sedikit saat menatap layar. Hal inilah yang memicu mata menjadi kering dan panas. Meskipun tidak merusak struktur mata secara langsung, kebiasaan menatap layar terlalu dekat dalam durasi lama terbukti meningkatkan risiko rabun jauh (myopia), terutama pada anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.
Tips Praktis Menjaga Mata di Era Digital
Untuk mengantisipasi dampak buruk tersebut, para ahli menyarankan penerapan langkah-langkah preventif yang sederhana namun efektif. Salah satunya adalah rumus 20-20-20. Aturannya adalah setiap 20 menit menatap layar, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter.
Selain itu, pengaturan jarak pandang ideal (30-40 cm) dan pencahayaan ruangan yang cukup sangat krusial. Hindari penggunaan ponsel di ruangan yang gelap total karena dapat mempercepat kelelahan mata. Memanfaatkan fitur Night Mode atau filter cahaya biru pada malam hari juga sangat disarankan untuk menjaga ritme tidur dan produksi melatonin.
Baca Juga: Tak Perlu Khawatir, Ini 5 Tips Atasi Mata Bengkak usai Menangis
Jika mata mulai terasa sangat kering, penggunaan air mata buatan (artificial tears) dapat menjadi solusi sementara untuk menjaga kelembapan. Kesadaran untuk berkedip secara sadar saat bekerja di depan layar adalah kunci sederhana namun sering terlupakan dalam menjaga kesehatan mata di era gempuran gadget seperti sekarang ini. (*)
*Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura
Editor : Mizan AhsaniSumber : Radar Madiun, Alodokter.com