Dapat Banyak Daging Kurban Idul Adha? Awas Bahaya Makan Berlebihan, Ini Tips Amannya

Mizan Ahsani • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 09:42 WIB
Masak Daging
Masak Daging

Jawa Pos Radar Madiun - Pembagian daging kurban Idul Adha selalu dinanti oleh masyarakat.

Kulkas di rumah biasanya langsung penuh dengan stok daging sapi atau kambing.

Hati-hati, jangan sampai kalap. Makan daging kurban secara berlebihan sangat berbahaya bagi kesehatan.

Daging memang sumber protein yang baik. Namun, ada batas aman yang wajib dijaga.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan batas maksimal makan daging merah hanyalah 70 gram dalam sehari.

Baca Juga: Awas Bahaya Ganda! Mengisap Rokok dan Vape Bersamaan Tingkatkan Risiko Kanker Paru 4 Kali Lipat

Jika dimakan melebihi batas, ada banyak penyakit serius yang mengintai tubuh. Daging merah memiliki lemak jenuh dan kolesterol jahat (LDL) yang sangat tinggi.

Hal ini bisa menyumbat pembuluh darah dan memicu penyakit jantung. Risiko diabetes tipe 2 dan obesitas juga bisa naik tajam.

Masalah pencernaan juga sering muncul usai pesta daging. Daging merah sangat sulit dicerna oleh usus karena rendah serat.

Akibatnya, perut mudah sembelit. Kandungan purin di dalam daging dan jeroan juga bisa membuat sendi bengkak karena asam urat kambuh secara tiba-tiba.

Baca Juga: Mitos Kipas Angin Sebabkan Paru-Paru Basah Terbantahkan, Ini Fakta Medis dan Penyebab Aslinya 

Lalu, bagaimana nasib warga yang punya riwayat darah tinggi atau hipertensi?

Tenang saja, penderita darah tinggi tetap boleh makan daging kurban. Syaratnya, porsi dan cara memasaknya harus diatur dengan sangat ketat.

Pertama, buang semua bagian gajih atau lemak putih pada daging.

Penderita hipertensi disarankan membatasi asupan daging hanya 2 sampai 3 porsi saja dalam seminggu.

Satu porsi cukup berisi 70 sampai 100 gram daging.

Kedua, perhatikan cara memasak daging kurban.

Hindari menggoreng daging. Daging kurban lebih sehat jika direbus, dikukus, atau dipanggang.

Baca Juga: Awas! Sering Makan Sate dan Daging Bakar Bisa Picu Kanker? Ini Fakta dan Tips Amannya

Ketiga, kurangi pemakaian garam.

Masakan yang terlalu asin seperti rendang bisa membuat tekanan darah melonjak drastis.

Ganti rasa asin garam dengan perpaduan rempah-rempah alami.

Kamu bisa memakai bawang putih, jahe, atau kunyit agar masakan tetap sedap.

Terakhir, wajib imbangi daging dengan sayuran.

Sayuran hijau yang tinggi kalium seperti bayam dan brokoli sangat bagus untuk tubuh.

Sayuran ini bisa membantu pencernaan dan menjaga tekanan darah tetap stabil setelah makan daging kurban. (*)

*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunodjoyo Madura.

Editor : Mizan Ahsani
Sumber : Rumah Sakit Pusat Pertamina
darah tinggi Daging Sapi kambing daging kurban idul adha