Jawa Pos Radar Madiun - Kesadaran pria dewasa dalam melakukan pemeriksaan medis secara berkala diakui masih sangat rendah jika dibandingkan dengan kelompok wanita.
Banyak pria yang cenderung abai dan baru mendatangi fasilitas kesehatan ketika kondisi fisik mereka sudah mengalami penurunan fungsi atau terserang penyakit kronis.
Ahli bedah kardiotoraks terkemuka, dr. Jeremy London, mengingatkan para pria bahwa langkah pencegahan dini merupakan instrumen paling krusial yang tidak bisa ditawar seiring pertambahan usia.
London menegaskan bahwa setiap pria harus mulai berani membuat janji temu dengan dokter, memeriksa hasil laboratorium secara berkala, serta memahami indikator data kesehatan mereka sendiri.
“Pria terkenal buruk dalam menindaklanjuti perawatan kesehatan mereka sendiri. Buat janji temu, periksa hasil laboratorium Anda, pahami data Anda. Anda tidak dapat memperbaiki apa yang tidak anda ukur," kata London mengutip Hindustan Times.
Baca Juga: Cerpen Wayang Kutukan Aswatama 1: Panah Pasupati Tak Mampu Renggut Nyawanya
Mengukur Partikel Berbahaya Lewat Tes ApoB dan Lipoprotein
Jenis pemeriksaan darah pertama yang sangat direkomendasikan oleh London adalah tes Apolipoprotein B atau yang dikenal dengan istilah ApoB.
Penanda darah ini berfungsi untuk menghitung jumlah sebenarnya dari partikel pembawa kolesterol jahat yang beredar aktif di dalam aliran darah manusia.
Tes ApoB ini diklaim jauh lebih akurat dan presisi sebagai prediktor risiko serangan jantung maupun stroke dibandingkan dengan metode tes kolesterol standar yang biasa dilakukan.
Selanjutnya, London meminta pria mewaspadai kadar Lipoprotein (a) atau Lp(a) yang dikenal sebagai salah satu faktor risiko bawaan paling umum untuk penyakit kardiovaskular.
Berbeda dengan jenis kolesterol lain yang bisa ditekan melalui diet ketat dan olahraga teratur, kadar Lipoprotein ini sebagian besar sudah ditentukan oleh faktor genetika atau keturunan.
London menyarankan para pria melakukan tes ini lebih awal karena tubuh pria tidak memiliki hormon estrogen yang bisa memberikan efek perlindungan alami pada organ jantung seperti pada wanita.
Baca Juga: Aturan Biodiesel B50 Sudah Berlaku, Ini Dampaknya untuk Mesin Mobil Anda
Pantau Fluktuasi Hormon Testosteron dan Deteksi Dini Kanker Prostat
Pemeriksaan darah ketiga yang tidak kalah penting untuk dipantau secara berkala oleh pria paruh baya adalah tingkat kadar hormon testosteron.
Secara biologis, kadar testosteron di dalam tubuh pria akan mengalami penurunan secara alami seiring dengan berjalannya proses penuaan usia.
Penurunan hormon ini tidak hanya berimbas pada penurunan gairah seksual semata, melainkan juga memukul stabilitas tingkat energi, penyusutan massa otot, mengacaukan suasana hati, hingga vitalitas tubuh secara umum.
Terakhir, London sangat menganjurkan pemeriksaan Antigen Spesifik Prostat atau tes PSA, khususnya bagi para pria yang telah menginjak usia di atas 50 tahun.
PSA sendiri merupakan sejenis senyawa protein yang diproduksi secara khusus oleh kelenjar prostat di dalam sistem reproduksi pria.
Melalui indikator angka dari tes darah PSA ini, tim medis dapat mendeteksi secara dini adanya gejala pembesaran prostat, infeksi peradangan, hingga potensi munculnya kanker prostat yang mematikan. (naz)
Editor : Mizan Ahsani