Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

62 Persen Remaja Indonesia Kurang Tidur dan Mereka Tidak Sadar Betapa Mahalnya Harga yang Dibayar

Tim Content Writer Radar Madiun • Senin, 6 Juli 2026 | 09:59 WIB
Ilustrasi perempuan susah tidur. (freepik)
Ilustrasi perempuan susah tidur. (freepik)

Jawa Pos Radar Madiun - Alarm berbunyi pukul lima pagi, tapi remaja itu baru tidur jam dua dini hari.

Tugas sekolah yang belum selesai, drama di grup WhatsApp kelas, dan satu episode lagi di platform streaming malam-malam seperti ini bukan pengecualian, melainkan rutinitas bagi jutaan remaja Indonesia.

Data menunjukkan 62 persen anak sekolah di Indonesia mengalami kurang tidur secara kronis dan sebagian besar dari mereka tidak menyadari betapa serius dampaknya.

Berapa Jam Tidur yang Seharusnya Dimiliki Remaja?

Secara medis, remaja membutuhkan delapan hingga sepuluh jam tidur setiap malam jauh lebih banyak dari orang dewasa.

Kebutuhan yang lebih panjang ini bukan karena remaja "lebih lemah", melainkan karena otak dan tubuh mereka sedang dalam proses perkembangan paling aktif sepanjang hidup.

Tidur bukan waktu istirahat pasif ini adalah saat otak memproses informasi, memperkuat memori, dan melepaskan hormon pertumbuhan yang vital bagi perkembangan fisik remaja.

Apa yang Terjadi Jika Tidur Terus Dipotong?

Kurang tidur jangka pendek membuat konsentrasi menurun dan suasana hati mudah terganggu hal yang familiar dirasakan banyak remaja tapi sering diabaikan sebagai "capek biasa".

Baca Juga: 1 dari 3 Remaja Indonesia Punya Masalah Kesehatan Mental, Tapi Hampir Tidak Ada yang Minta Tolong

Dalam jangka panjang, defisit tidur yang terus menumpuk dikaitkan dengan penurunan prestasi akademik, risiko obesitas yang lebih tinggi, melemahnya sistem imun, dan peningkatan risiko gangguan kecemasan.

Penelitian bahkan menunjukkan bahwa remaja yang tidur kurang dari tujuh jam secara rutin memiliki respons emosional yang jauh lebih reaktif terhadap situasi yang menekan.

Tiga Penyebab Terbesar Kurang Tidur Remaja

Penggunaan gawai sebelum tidur menjadi penyebab utama yang paling sulit dikendalikan.

Cahaya biru dari layar menekan produksi melatonin hormon yang membantu tubuh masuk ke kondisi ngantuk sehingga otak tetap terjaga meski jam sudah larut.

Beban tugas sekolah yang menumpuk dan tekanan akademik yang tinggi menjadi faktor kedua, sementara kebiasaan sosial malam seperti nongkrong atau bermain game online menutup daftar penyebab teratas.

Solusi Praktis yang Bisa Dimulai Malam Ini

Menetapkan jam tidur konsisten setiap hari termasuk akhir pekan membantu tubuh mengatur ritme biologisnya secara alami.

Mematikan layar gawai minimal 30–60 menit sebelum tidur dan mengganti kegiatan dengan membaca buku atau stretching ringan terbukti mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk tertidur.

Tidur yang cukup bukan kemewahan yang harus menunggu liburan ini adalah hak biologis setiap remaja yang berdampak langsung pada kualitas seluruh aktivitasnya. (*)

*Auliya Ruliani Putri Pambareb, Universitas Negeri Surabaya 

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
Remaja Indonesia kurang tidur