Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Anemia pada Remaja Perempuan: Masalah yang Diam-diam Menggerogoti Prestasi Jutaan Siswi Indonesia

Tim Content Writer Radar Madiun • Senin, 6 Juli 2026 | 10:08 WIB
HIDUP SEHAT: Pelajar putri di Kota Madiun diminta untuk rutin mengonsumsi obat tambah darah guna mencegah kasus anemia.
HIDUP SEHAT: Pelajar putri di Kota Madiun diminta untuk rutin mengonsumsi obat tambah darah guna mencegah kasus anemia.

Jawa Pos Radar Madiun - Nilai ulangan turun, susah fokus saat guru menjelaskan, dan mudah lelah meski tidak banyak beraktivitas.

Banyak remaja perempuan menjalani kondisi ini bertahun-tahun tanpa tahu penyebab sesungguhnya.

Dan orang tua mereka pun sering tidak curiga sampai hasil pemeriksaan darah mengungkap kenyataan yang selama ini tersembunyi: anemia.

Anemia pada Remaja: Lebih Umum dari yang Disangka

Anemia kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah yang cukup untuk mengangkut oksigen ke seluruh organ sangat umum terjadi pada remaja perempuan di Indonesia.

Hal ini terutama disebabkan oleh menstruasi yang menguras cadangan zat besi secara rutin setiap bulan, ditambah pola makan yang sering tidak mencukupi kebutuhan zat besi harian.

Yang paling memprihatinkan, kondisi ini sering tidak disadari baik oleh remaja itu sendiri maupun oleh orang tuanya karena gejalanya dianggap sebagai kelelahan biasa.

Baca Juga: Remaja Zaman Sekarang Lebih Banyak Duduk daripada Bergerak dan Tubuh Mereka Mulai Membayar Harganya

Gejala yang Sering Disalahartikan

Pucat, mudah mengantuk, cepat lelah saat berolahraga, sulit berkonsentrasi, dan sering pusing adalah tanda-tanda khas anemia yang sering dikira sebagai akibat terlalu banyak tugas atau kurang tidur.

Remaja yang mengalami anemia juga cenderung lebih mudah terserang infeksi karena sistem imun yang ikut melemah akibat kekurangan zat besi.

Jika dibiarkan, anemia pada masa remaja bisa mengganggu tumbuh kembang secara menyeluruh dan menurunkan prestasi akademik secara permanen.

Cara Mencegah Anemia Sejak Dini

Mengonsumsi makanan kaya zat besi seperti daging merah, hati ayam, bayam, kacang-kacangan, dan tahu secara rutin adalah langkah pencegahan paling efektif.

Mengombinasikan makanan kaya zat besi dengan sumber vitamin C seperti jeruk atau tomat membantu penyerapan zat besi oleh tubuh menjadi lebih optimal.

Sebaliknya, hindari minum teh atau kopi bersamaan dengan makan karena kandungan tanin di dalamnya dapat menghambat penyerapan zat besi secara signifikan.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Jika gejala seperti mudah lemas, pucat, dan sulit fokus berlangsung lebih dari dua minggu, pemeriksaan darah lengkap adalah langkah yang tepat.

Pemeriksaan ini mudah, murah, dan bisa dilakukan di Puskesmas terdekat dan hasilnya bisa mengungkap kondisi yang selama ini luput dari perhatian.

Bagi remaja perempuan yang aktif menstruasi, pemeriksaan kadar hemoglobin secara rutin setidaknya sekali dalam setahun sangat disarankan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Sekuel, Jumanji: Open World Tawarkan Petualangan Paling Gila Sejauh Ini

Anemia bukan takdir ia adalah kondisi yang bisa dicegah dan ditangani jika diketahui lebih awal.

Dan mengetahui lebih awal dimulai dari kesadaran bahwa "lemas dan pucat" tidak selalu sekadar kelelahan biasa. (*)

*Auliya Ruliani Putri Pambareb, Universitas Negeri Surabaya 

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
#Pencegahan Sejak Dini #kesehatan remaja #anemia