Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tren Kasus Covid-19 di Kota Madiun Naik

Hengky Ristanto • Sabtu, 27 Agustus 2022 | 17:00 WIB
JANGAN ABAI: Masyarakat acap abai prokes saat beraktivitas. Kalangan epidemiolog menilai tren kenaikan kasus Covid-19 beberapa pekan terakhir  merupakan fenomena gunung es.  (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
JANGAN ABAI: Masyarakat acap abai prokes saat beraktivitas. Kalangan epidemiolog menilai tren kenaikan kasus Covid-19 beberapa pekan terakhir  merupakan fenomena gunung es.  (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kondisi Kota Madiun sedang tidak baik-baik saja. Sirine bahaya kian nyaring bersamaan data dinas kesehatan, pengendalian penduduk, dan keluarga berencana (dinkes PPKB) setempat yang mencatat ada 51 kasus aktif Covid-19 per 24 Agustus lalu.


Zaenal Abidin, epidemiolog STIKes Bhakti Husada Mulia (BHM) Madiun, tak menampik laju penularan virus korona mengalami tren kenaikan dua pekan terakhir. Namun, dia menilai angka kasus aktif itu hanya puncak gunung es yang terlihat bagian kecilnya.


‘’Bisa jadi itu fenomena gunung es, karena yang terdeteksi hanya mereka yang menunjukkan gejala. Yang tidak bergejala pasti tak memeriksakan diri sehingga tidak terdeteksi,’’ kata Zaenal, Sabtu (27/8).


Menurut Zaenal, fenomena gunung es itu tidak terlepas dari kecenderungan masyarakat saat ini yang menganggap Covid-19 sudah hilang hingga tak mengindahkan protokol kesehatan (prokes). Padahal, status pandemi belum dicabut World Health Organization (WHO). ‘’Ada kemungkinan kasusnya akan terus bertambah mengingat warga mulai abai prokes,’’ ujarnya.


Dia mengatakan, kasus aktif bisa dilacak dengan melakukan random sampling atau tes acak Covid-19 pada sasaran orang yang rentan terpapar dan di tempat berisiko tinggi terjadi penularan virus. Di sisi lain, melakukan pengamatan sistematis dan terus-menerus terhadap data pergerakan kasus aktif untuk mencegah lonjakan kasus. ‘’Surveilans penting dilakukan untuk menentukan arah pengendalian penularan Covid-19,’’ tuturnya.


Zaenal menduga, kenaikan kasus yang signifikan dalam dua pekan terakhir ada kaitannya dengan euforia masyarakat merayakan HUT RI. ‘’Benar tidaknya hanya bisa diketahui lewat tracing dan testing,’’ kata ketua STIKes BHM Madiun itu.


Dia menambahkan, pemkot melalui dinkes PPKB harus tetap meningkatkan kewaspadaan. Termasuk menggencarkan vaksinasi antikorona dosis ketiga alias booster. ‘’Prokes dan vaksinasi harus dimaksimalkan,’’ pungkasnya. (ggi/c1/isd)

Editor : Hengky Ristanto
#kota madiun #Covid-19 #Pemkot Madiun