KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sumber Wangi dan Sumber Umis semakin manis. Pembangunan wisata religi bakal melengkapi enam replika keajaiban dunia di tengah kota. Dua kawasan publik ikonik itu bakal diresmikan bulan ini.
Wali Kota Madiun Maidi menjelaskan, progres pengembangan objek wisata religi telah menyentuh 80 persen. Proyek yang didanai APBD Rp Rp 3,6 miliar itu ditarget rampung lebih cepat dari surat perintah mulai kerja (SPMK) 180 hari kalender (7 April-4 Oktober). ‘’Sebisa mungkin, 22 September dapat kami buka,’’ terangnya.
Jenis pekerjaannya meliputi trotoarisasi dan pemasangan keramik di Sumber Umis. Juga, pemasangan 14 tiang lampu serta 2 membran konvertibel atau payung raksasa ala Masjid Nabawi.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat juga tengah memperbaiki musala yang berbentuk replika Kakbah. ‘’Kami ingin menghadirkan wisata religi bernuansa Tanah Suci sebagai wujud edukasi. Setibanya di sini, masyarakat serasa melancong ke berbagai negara,’’ ujarnya.
Maidi menyebutkan, kawasan Sumber Wangi dan Sumber Umis bakal tekoneksi. Pengunjung dapat menikmati pemandangan patung Merlion seperti di Singapura. Lalu, berjalan ke arah barat menuju wisata religi ala Masjid Nabawi beserta musala berbentuk Kakbah seperti di Makkah.
Kelak, juga dapat menyaksikan replika Menara Eiffel, Perancis; Menara Kincir Angin, Belanda; Jam Big Ben, Inggris; dan Tower Zamzam, Arab Saudi. ‘’Menara Kincir Angin, Jam Big Ben, dan Tower Zamzam kami bangun 2023. Lainnya sudah selesai semua tahun ini,’’ jelasnya.
Koneksitas Sumber Wangi-Sumber Umis didukung fasilitas arum jeram yang memanfaatkan arus sungai di bawahnya. Rencananya, pintu masuk terletak di area patung Merlion menuju ke barat hingga jembatan Jalan Pandan. Saluran air telah rampung dinormalisasi dan siap untuk difungsikan. Normalisasi saluran air itu berupa pembongkaran plengsengan di sisi utara dan selatan.
Kemudian, diganti batu kali. Tepatnya mulai bawah jembatan di Jalan Pahlawan ke barat hingga jembatan Jalan Pandan dengan total sepanjang 280 meter. Ketinggian sisi selatan 5 meter dan sisi utara 2,8 meter. Salurannya diperlebar 1,2 meter sehingga totalnya menjadi 3 meter.
Pemkot merogoh APBD 2021 senilai Rp 4,1 miliar untuk proyek normalisasi ini. ‘’Arum jeram baru kami buka tahun depan seiring pembangunan replika keajaiban negara diselesaikan seluruhnya,’’ imbuhnya.
Tahun depan, juga bakal dipasangi pagar di tepi saluran air mulai sisi bagian barat musala Kakbah hingga ke jembatan di Jalan Pandan. Pagar tersebut difungsikan sebagai penyekat antara area sungai dengan pedestrian.
‘’Kota Madiun memang minim SDA (sumber daya alam), tapi kami pantang berpangku tangan. Melainkan terus mewujudkan agar kota kita punya fasilitas atau kawasan wisata yang tak kalah dari daerah lainnya,’’ pungkasnya. (ggi/fin)
Editor : Hengky Ristanto