KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Potensi inflasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) coba diantisipasi Pemkot Madiun. Tak ingin warganya bertambah sengsara, posko bantuan pangan masyarakat akan dibuka. ‘’Saya setiap hari menyambangi masyarakat dan mendengar keluhan mereka,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Minggu (18/9).
Jika rakyatnya kesulitan, lanjut Maidi, pemerintah harus turun membantu menyelesaikan persoalan mereka. Salah satu opsinya, membuka posko bantuan untuk warga kalangan menengah ke bawah. Di posko-posko itu bakal disediakan bahan pokok (bapok) mulai beras, minyak goreng, hingga gula, gratis. ‘’Ini masih kami kaji. Apakah posko dibuka di kecamatan atau kelurahan,’’ ujarnya.
Namun, lanjut Maidi, pemetaan posko bakal berpatokan pada data penduduk dengan angka kemiskinan tertinggi. Selanjutnya, posko serta bapoknya bakal didistribusikan di titik prioritas. ‘’Nanti juga akan kami susun polanya. Agar bantuan dimanfaatkan untuk dikonsumsi sendiri, bukan untuk dijual,’’ terangnya.
Di sisi lain, pemkot juga bakal mengoptimalkan lahan tidur di sekitar permukiman, sekolah, maupun perkantoran dengan budi daya tanaman produktif. Terutama komoditas rentan naik harga seperti cabai, tomat, dan sayuran. ‘’Saya juga keluarkan peraturan yang mewajibkan sebagian lahan bengkok ditanami sayur. Tidak hanya padi atau tebu,’’ papar Maidi.
Saat ini, sebut Maidi, pembagian bantuan 10.000 bibit cabai beserta media tanamnya untuk warga sedang berjalan. ‘’Jika suatu saat harga cabai naik, kami bisa mengadakan bazar yang menyediakan hasil tanam tersebut,’’ jelasnya. (ggi/c1/sat)
Editor : Hengky Ristanto