KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Demam berdarah dengue (DBD) patut diwaspadai di tengah perhatian masyarakat yang lebih terfokus pada Covid-19. Di Kota Madiun, pada tahun ini ternyata terjadi ledakan kasus penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti itu.
Catatan dinas kesehatan (dinkes) setempat, selama periode Januari hingga 16 September tahun ini total terdapat 179 kasus DBD. Sementara, sepanjang 2021 lalu hanya ada 48 kasus. ‘’Penderita tersebar di seluruh kelurahan maupun kecamatan,’’ kata Kepala Dinkes Kota Madiun Denik Wuryani, Rabu (21/9).
Denik menyebutkan, maraknya kasus DBD dipicu minimnya kesadaran warga melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSM) di lingkungan sekitar. ‘’Sebagai salah satu upaya pencegahan DBD, kami meluncurkan program G1R1J (gerakan 1 rumah 1 jumantik, Red),’’ ungkapnya.
Kendati demikian, kata dia, warga bisa melakukan pemantauan jentik secara mandiri di rumah masing-masing. Terutama menjelang musim hujan seperti sekarang. ‘’Saya berharap masyarakat lebih giat melaksanakan gerakan PSM dan 3M+ (menguras, menutup, mendaur ulang, plus menghindari gigitan nyamuk, Red),’’ pungkasnya. (mg4/c1/isd)
Editor : Hengky Ristanto