KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Iklim investasi di Kota Madiun bak jamur di musim penghujan. Terus tumbuh subur dan berkembang ke arah positif.
Sektor perdagangan menjadi primadona di kota ini. Salah satu indikatornya adalah nilai investasi yang menunjukkan tren kenaikan selama beberapa tahun terakhir. Bahkan, capaiannya berhasil melampaui target.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Madiun mencatat, prosentase sektor perdagangan mendominasi sekitar 60 persen pada capaian investasi 2020 dan 2021. Disusul sektor perhotelan dan restoran serta jasa lainnya. Selama dua tahun tersebut selalu surplus dari target. ‘’Tidak ada komunikasi buntu antara pengusaha dan pemerintah. Semua terbuka kalau ingin menanamkan usaha di kota kita,’’ ujar Wali Kota Madiun Maidi.
Pada 2020, target investasi Rp 183 miliar terealisasi Rp 327 miliar atau surplus Rp 144 miliar. Pada 2021, nilai investasi menyentuh Rp 202 miliar atau surplus Rp 11 miliar dari target Rp 191 miliar. Geliat investasi di tahun ini diharapkan surplus kembali. ‘’Investasi harus dilindungi. Kalau ada kendala, khususnya terkait perizinan, pemkot bakal membantu mencarikan solusi,’’ janji Maidi.
Realisasi surplus itu menunjukkan bahwa iklim investasi di Kota Madiun cukup baik di tengah situasi pandemi Covid-19. Sehingga, pemkot optimistis nilai investasi tahun ini bakal lebih bergairah seiring kian melandainya tren persebaran korona. Sederet kegiatan akbar yang berpotensi mengundang wisatawan dalam jumlah besar segera digelar. ‘’Pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi tumbuh positif karena kami berkomitmen mendukung serta membantu investor mengembangkan bisnisnya di kota kita,’’ ujarnya.
Diketahui, sejumlah investor besar melirik Kota Madiun. Di antaranya, gerai kuliner berjejaring internasional seperti McDonald’s dan Starbuck. Kota Pendekar bakal menjadi satu-satunya daerah di Jawa Timur wilayah barat yang memiliki gerai makanan dan minuman berjejaring internasional paling lengkap. ‘’Semua kembali untuk masyarakat. Kami fasilitasi wisatawan untuk datang ke kota kita,’’ sebutnya.
Pihaknya juga bakal getol menggaet minat investor hotel berbintang untuk berinvestasi. Mengingat, saat ini Kota Madiun selalu menjadi jujukan wisatawan. Baik skala nasional maupun internasional. ‘’Saya pastikan masalah perizinan tidak menjadi hambatan kalau pengusaha telah memenuhi aturan yang berlaku,’’ pungkasnya. (ggi/prog/fin)\
CAPAIAN INVESTASI DUA TAHUN TERAKHIR
2021
- Realisasi Rp 202 miliar
- Target Rp 191 miliar
- Surplus Rp 11 miliar
2020
- Realisasi Rp 327 miliar
- Target Rp 183 miliar
- Surplus Rp 144 miliar
Editor : Hengky Ristanto