Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Rawat Lansia Ngebrok Sebatang Kara, Pemkot Madiun Tambah Pekerja Sosial

Hengky Ristanto • Kamis, 13 Oktober 2022 | 17:30 WIB
Wali Kota Madiun Maidi
Wali Kota Madiun Maidi

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kalangan masyarakat lanjut usia (lansia) di Kota Madiun benar-benar mendapat perhatian. Selain memberi bantuan sosial (bansos) Rp 2,5 juta per orang per tahun, pemkot juga menambah pekerja sosial masyarakat (PSM) yang bertugas mengurus lansia nonpotensial alias ngebrok.


‘’Lansia ngebrok tidak bisa apa-apa. Pemerintah harus hadir untuk menjamin kebutuhan mereka. Mereka yang hidup sendiri akan dirawat PSM,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Kamis (13/10).


Pemkot merekrut sekitar 200-300 PSM di seluruh kelurahan. Tugasnya mengawasi kesehatan hingga merawat lansia ngebrok yang hidup sebatang kara. Penambahan tenaga PSM untuk mengimbangi jumlah lansia yang mencapai ratusan jiwa.


‘’Kalau tidak ada PSM, pemkot kesulitan menangani. Persoalan lansia ngebrok harus dibantu diselesaikan. Sudah saya instruksikan kelurahan dan kecamatan untuk optimalisasi penanganan lansia,’’ ujarnya.


Selain itu, pemkot berencana menambah bansos untuk lansia ngebrok. Pertimbangannya, harga kebutuhan pokok (bapok) naik imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Namun, nominalnya masih digodok. ‘’Karena kebutuhan mereka banyak, bantuan untuk lansia ngebrok akan kami tambah,’’ janji wali kota.


Sementara pembangunan pondok lansia di kawasan lapak UMKM Bumi Semendung, Klegen, Kartoharjo, juga terus berprogres. Fasilitas tersebut dibangun di atas lahan seluas dua hektare. Rencananya, proyek itu dibiayai perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2022. Nilainya sekitar Rp 5 miliar.


Maidi membeberkan, pondok lansia nanti terdiri dari dua asrama. Yakni, untuk lansia perempuan dan laki-laki. Pun, dilengkapi tempat ibadah dan fasilitas olahraga. ‘’Segera kami tuntaskan fisiknya. Penyempurnaan kami lanjutkan bertahap pada anggaran tahun depan,’’ ujarnya.


Maidi tidak menampik anggaran pembangunan pondok lansia berpotensi membengkak mengingat sejumlah fasilitas yang menyertainya. Namun, dia mengklaim nominalnya tidak sebesar pembangunan awal. ‘’Untuk total belum dihitung, harus perencanaan dulu,’’ jelasnya. (ggi/c1/sat)

Editor : Hengky Ristanto
#lansia #pekerja sosial masyarakat #bansos #Pondok Lansia #Pemkot Madiun