KOTA, Jawa Pos Radar Madiun - Wilayah Kota Madiun tak lepas dari ancaman bencana hidrometeorologi. Mulai banjir, puting beliung hingga pohon tumbang. Untuk itu, potensi cuaca ekstrem belakangan ini patut diwaspadai dan diantisipasi.
‘’Terutama bencana banjir. Wilayah utara memiliki tingkat kerawanan tinggi dibanding lainnya,’’ kata Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun Jariyanto, Kamis (20/10).
Wilayah yang berisiko tinggi terdampak banjir itu meliputi Kelurahan Tawangrejo, Kelun, Rejomulyo dan Pilangbango. Terutama jika wilayah dataran tinggi atau kawasan Gunung Wilis, Kabupaten Madiun, terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Banjir kiriman rawan terjadi. ‘’Sedangkan wilayah kota lainnya berpotensi terdampak angin serta pohon tumbang,’’ ungkapnya.
Saat ini, sebut Jariyanto, kondisi Kota Madiun masih kategori aman. Meski begitu, bukan berarti tidak ada ancaman atau potensi bencana alam. Karena itu, pihaknya memasang peranti early warning system (EWS) di tiga titik aliran sungai. ‘’Kami pasang di Kelurahan Pilangbango, Rejomulyo dan Tawangrejo,’’ bebernya.
Pun, total 50 personel BPBD disiagakan. Sebanyak 40 orang merupakan tim reaksi cepat (TRC) dan sisanya teknisi. Seluruhnya bakal bertugas 24 jam. Dibagi empat regu dengan tiga sif. Peralatan dan kendaraan penanggulangan serta penanganan bencana pun telah disiapkan. ‘’Personel standby 24 jam. Insya Allah seluruhnya siap,’’ ujarnya.
Meski siap tatkala terjadi bencana, pihaknya meminta masyarakat selalu waspada. Khususnya, dalam menjaga kebersihan selokan atau drainase dari tumpukan sampah. ‘’Ada baiknya selokan dibersihkan berkala agar aliran air tidak tersumbat hingga menimbulkan luapan atau banjir,’’ jelasnya. (ggi/sat)
Editor : Hengky Ristanto