Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Cegah Kekerasan terhadap Anak, Pemkot Kota Madiun Getol Gelar Sosialisasi

Hengky Ristanto • Kamis, 20 Oktober 2022 | 18:30 WIB
EDUKASI: Salah seorang pemateri saat memberikan pemahaman stop kekerasan terhadap anak dalam sosialisasi kemarin. (ANGGIYAN BAYU/JAWA POS RADAR MADIUN)
EDUKASI: Salah seorang pemateri saat memberikan pemahaman stop kekerasan terhadap anak dalam sosialisasi kemarin. (ANGGIYAN BAYU/JAWA POS RADAR MADIUN)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus kekerasan terhadap anak mendapat atensi Pemkot Madiun. Pasalnya, angkanya menunjukkan tren kenaikan. Catatan dinas sosial, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak (dinsos PPPA) setempat, sepanjang tahun lalu di Kota Madiun terdapat 21 kasus kekerasan pada anak.


Sementara, pada semester pertama tahun ini tercatat sebanyak 19 kasus kekerasan terhadap anak. Bukan tidak mungkin, hingga akhir 2022 angkanya bakal melampaui total kasus sepanjang 2021.


‘’Menjadi perhatian kami untuk mengkampanyekan stop kekerasan terhadap anak,’’ kata Sekretaris Dinsos PPPA Kota Madiun Lestari Nurhandayani, Kamis (20/10).


Lestari menyebutkan, sosialisasi seperti itu dilakukan sejak awal tahun lalu melalui program Stop Kekerasan Anak Goes to School. ‘’Perkembangan anak-anak di sekolah terus kami pantau. Kami juga melakukan pemetaan sekolah yang berpotensi atau memiliki tingkat kasus kekerasan tinggi untuk selanjutnya dilakukan upaya intervensi pencegahan,’’ paparnya.


Pun, dinsos PPPA terus menguatkan sinergitas antar-organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkaitan dengan pendidikan, sekolah, kecamatan, serta kelurahan. Itu dilakukan untuk memetakan sekolah dan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kekerasan terhadap anak.


Tak hanya itu, dinsos PPPA juga membentuk Forum Anak Kota Madiun (Fakom). Anggotanya dari unsur pelajar jenjang SMP/SMA. Mereka menjadi agen yang getol mengampanyekan stop kekerasan terhadap anak di sekolah masing-masing.


Selain itu, bertugas memberikan pendampingan bagi korban untuk melaporkan kasus yang dialami ke Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Dinsos PPPA Kota Madiun. ‘’Kecenderungan selama ini, anak yang menjadi korban kekerasan takut melapor. Nah, Fakom yang akan membantu mereka dan kami,’’ ujar Lestari.


Dia berharap, upaya dinsos PPPA yang telah berjalan sejauh ini dapat menekan laju kenaikan kasus kekerasan terhadap anak. Terutama di lingkup sekolah. ‘’Anak-anak ini generasi penerus bangsa. Harus dilindungi,’’ tegasnya. (ggi/isd/adv)

Editor : Hengky Ristanto
#sosialisasi #kasus kekerasan #Dinsos PPPA #kasus kekerasan anak