‘’Rencana ke depan kami bangun pedestrian di atasnya kurang lebih seperti di Sumber Wangi,’’ kata Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Suyanto, Sabtu (5/11).
Pekerjaan proyek infrastruktur itu selesai lebih cepat dari target yang dipatok 12 November. Saluran air yang dinormalisasi sepanjang 349 meter dengan lebar sekitar lima meter dan kedalaman empat meter. Selanjutnya, dipasang bak kontrol dari saluran buangan ke saluran umum alias riol.
Selain itu, juga dipasang precast pipa beton gorong-gorong reinforced concrete pipe (RCP). Kemudian, diuruk setelah seluruh material terpasang. Proyek itu menelan anggaran sekitar Rp 2,5 miliar. ‘’Sementara masih kami uruk dengan tanah. Tahap finisihing pedestrian dilanjutkan tahun depan,’’ ujarnya.
Rencananya, lanjut Suyanto, pedestrian di atasnya berlantai keramik, dipasang lampu hias, payung, dan tempat duduk. Dia mengestimasikan butuh anggaran sekitar Rp 1 miliar. ‘’Masih menunggu APBD 2023 di-gedok. Material pedestrian sama seperti di kawasan Sumber Wangi,’’ ungkapnya.
Dia menambahkan, tujuan utama normalisasi tersebut untuk mengoptimalkan fungsi saluran air. Sedangkan pedestrian untuk mereduksi kawasan kumuh. Pun, mengoneksikan Jalan Pahlawan dan Jalan Diponegoro yang linier dengan rencana sekolah kompleks (SMPN 1, 3, dan 13 Kota Madiun) kelak. ‘’Insya Allah lebih cantik tanpa mengurangi fungsinya,’’ ucapnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto