Pemkot Madiun berangan-angan di lokasi tersebut dibangun tiga menara rusun. Untuk merealisasikannya, lahannya akan segera disiapkan. ‘’Bersamaan Kemen PUPR membangun satu unit menara rusun, kami akan siapkan lahan di sebelah selatannya,’’ kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun Totok Sugiarto, Minggu (6/11).
Berdasarkan kajian maupun studi kelayakan dalam dokumen lingkungan hidup dan lalu lintas, sebut Totok, pembangunan tiga unit menara butuh lahan 19.998 meter persegi. Saat ini yang sudah siap sekitar 5.000 meter persegi untuk satu unit menara. Sehingga, masih butuh lahan 14.998 meter persegi lagi untuk dua unit menara. ‘’Saat ini sudah kami lakukan pembersihan lahan,’’ ujarnya.
Pembersihan lahan meliputi penebangan pohon, pembongkaran bangunan liar, pemindahan makam, hingga pengurukan dan pemadatan tanah. Hanya, untuk pemindahan makam dan pengurukan baru bisa dilakukan tahun depan. Sebab, kegiatan tersebut masuk dalam APBD 2023. ‘’Sudah kami rencanakan dan anggarkan. Harapan kami awal tahun depan sudah berjalan,’’ tuturnya.
Menurut dia, pemkot akan terus berjuang dan berupaya agar mendapat dua unit menara lagi dari Kemen PUPR. Meski begitu, Totok belum dapat menyebut besaran anggaran yang dibutuhkan. Alasannya masih dalam tahap perencanaan. ‘’Menunggu APBD 2023 disetujui gubernur,’’ ungkapnya.
Pembersihan lahan perlu dikebut lantaran dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) setempat juga punya pekerjaan di lokasi yang sama (bongpay). Yakni, pembangunan pasar loak yang rencananya juga digarap tahun depan. ‘’Karena pekerjaan cukup padat maka harus segera kami kebut pembersihan lahannya,’’ imbuhnya.
Menurut dia, pembangunan rusun di kawasan bongpay dibutuhkan untuk memberi tempat tinggal layak bagi warga setempat. Pun, untuk mereduksi kawasan kumuh. Sedangkan keberadaan pasar loak untuk mengoptimalkan kawasan tersebut agar semakin bermanfaat. ‘’Kami upayakan lahan untuk dua unit menara rusun rampung tahun depan,’’ jelasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto