Dalam kegiatan belajar-mengajar di luar ruangan itu, mereka dikenalkan sosok beberapa pahlawan nasional yang profilnya terdapat dalam plakat kaca di lokasi tersebut. Di antaranya, Soekarno, Muhammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan Bung Tomo.
‘’Kebetulan besok (hari ini, Red) adalah Hari Pahlawan,’’ kata Yuli Sugianingsih, salah seorang guru SDN Oro-Oro Ombo.
Menurut Yuli, pemberian pemahaman kepada peserta didik tentang arti pahlawan perlu dilakukan. Pun, tidak melulu soal mengangkat senjata dan melawan penjajah. Melainkan juga terkait jiwa kepedulian terhadap sesama.
‘’Baik menjadi pahlawan bagi diri sendiri, keluarga, sekolah, maupun lingkungan masyarakat,’’ tuturnya.
Menurut dia, semangat merebut kemerdekaan yang dulu digelorakan para pahlawan masih relevan diterapkan di masa sekarang. Setidaknya, bisa dimulai dari lingkup keluargamasing.
‘’Kami berharap para generasi penerus bangsa ini bisa meneladani sikap-sikap yang sudah dicontohkan para pahlawan,’’ ujarnya.
Dia menambahkan, bangsa Indonesia memiliki potensi besar memenangkan perang melawan kemiskinan dan kebodohan. Itu tidak terlepas dari melimpahnya sumber daya alam (SDA) dan letak geografis negara yang strategis.
‘’Semangat pahlawan tidak hanya perlu digelorakan saat momentum Hari Pahlawan saja, tapi setiap saat dalam kehidupan sehari-hari,’’ pungkasnya. (ggi/isd) Editor : Hengky Ristanto