‘’Ada beberapa titik yang dihentikan. Akan dilanjutkan kembali 1 Desember nanti,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Ansar Rasidi, Senin (28/11).
Ansar menyebutkan, ada tiga pasar yang untuk sementara tidak disubsidi. Yakni, Pasar Besar Madiun (PBM), Pasar Sleko dan Pasar Kawak.
Alasannya, disdag tengah menata harga bahan pangan di tiga pasar tersebut hingga penyaluran subsidi ke distributor yang digandeng pemkot. ‘’Ketika per 1 Desember mulai kembali, penyaluran subsidi akan terfokus di PBM nantinya,’’ jelasnya.
Di sisi lain, lanjut Ansar, masih ada titik yang tersebar di tiga kecamatan yang masih di subsidi. Yakni, Pasar Kojo (Kartoharjo), kantor disdag (Taman), dan Jalan Merpati (Manguharjo). Artinya, program subsidi masih dapat dimanfaatkan warga kota. ‘’Insya Allah evaluasi kami lakukan agar program subsidi ini berjalan optimal serta tepat sasaran,’’ tuturnya.
Berdasarkan hasil evaluasi sementara, harga sejumlah bahan pangan sejauh ini relatif stabil. Namun, bukan berarti tidak berpotensi naik. Apalagi bersamaan momen Natal dan tahun baru (Nataru) yang acap mengerek harga sejumlah barang kebutuhan pokok dan penting (bapokting) hingga berdampak inflasi.
‘’Maka dari itu evaluasi dan optimalisasi perlu segera disiapkan untuk mengantisipasi kenaikan inflasi,’’ ungkapnya.
Selain itu, disdag juga mengevaluasi praktik oknum pedagang nakal yang memainkan harga subsidi. Bahkan, itu temuan wali kota saat inspeksi mendadak (sidak) beberapa waktu lalu. ‘’Pengawasan terus kami jalankan. Satu pengawas untuk satu pedagang. Kalau harga tidak sesuai, subsidi kami cabut,’’ tegasnya.
Sementara, kata dia, tidak semua bapokting disubsidi. Melainkan hanya beras, minyak goreng, telur, bawang merah dan bawang putih. Namun, bukan tidak mungkin bakal diperluas untuk komdoditas lainnya seiring fluktuasi harga. ‘’Beras rawan mengalami kenaikan harga pada momen-momen hari besar. termasuk Nataru,’’ jelasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto