Keberadaan titik-titik pariwisata atau pusat perekonomian baru menjadi senjata andalan. Sehingga, investor pun melirik kota ini untuk menanam modal.
‘’Salah satu bentuk nyata pertumbuhan ekonomi dapat dilihat dari ketertarikan investor mengembangkan usaha di kota kita. Ketika banyak tempat usaha baru, berarti Kota Madiun memiliki potensi bagus,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Minggu (18/12).
Menurut dia, Kota Madiun bakal terus bersolek agar kian seksi di mata taipan. Apalagi ada amunisi tambahan untuk menggaet para pemilik modal besar hingga kecil. Yakni, keberadaan Pahlawan Business Center (PBC), Pahlawan Religi Center (PRC) dan Bogowonto Culinary Center (BCC).
‘’Kota kita semakin menarik, banyak yang ingin berkunjung. Silakan investor mengembangkan bisnisnya di sini,’’ ajaknya.
Berdasarkan catatan dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP) setempat, iklim investasi di Kota Madiun cukup kokoh meski sempat diguncang pandemi Covid-19 dua tahun terakhir.
Pada 2020 target investasi Rp 183 miliar terealisasi Rp 327 miliar atau surplus Rp 144 miliar. Sedangkan tahun lalu (2021) menyentuh angka Rp 202 miliar dari target Rp 191 miliar atau surplus Rp 11 miliar.
Realisasi tersebut membuktikan investasi di kota ini cukup baik di tengah situasi pagebluk korona. Maidi optimistis investasi tahun ini lebih bergairah. Pun, kembali surplus seiring pandemi yang terus melandai.
‘’Sudah banyak gerai resto ternama dan berjejaring internasional di kota ini. Jika investor tertib aturan, akan kami bantu mengembangkan usahanya,’’ janjinya.
Keberadaan mereka membuat Kota Pendekar menjadi satu-satunya daerah di Jawa Timur bagian barat yang memiliki gerai resto berjejaring internasional paling lengkap.
‘’Tidak ada komunikasi buntu antara pengusaha dan pemerintah. Selama investasinya sehat, semua terbuka bagi investor menanamkan modalnya di kota ini,’’ jelasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto