‘’Untuk kebutuhan 1.370 petani,’’ kata Sub Koordinator Budidaya, Sarana, dan Prasarana Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun Irsad Dawami, Jumat (23/12).
Dia menjelaskan, alokasi pupuk bersubsidi tahun depan menggunakan sistem top-down. Berbeda dengan 2022 lalu yang pakai metode bottom-up. ‘’Penyaluran dengan sistem top-down bisa lebih maksimal,’’ ujar Irsad kepada Jawa Pos Radar Madiun.
Irsad menambahkan, kebutuhan pupuk untuk satu hektar lahan pertanian di Kota Madiun diestimasi sebanyak 256 kilogram urea dan 115 kilogram phonska.
‘’Tentang pembelian pupuk, ada petani yang mengambil per musim, ada juga yang langsung di awal atau di akhir musim,’’ pungkasnya. (mg4/isd) Editor : Hengky Ristanto