Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Bayi pun Ikut ”Menanam” Pohon di Kota Madiun

Hengky Ristanto • Senin, 2 Januari 2023 | 16:53 WIB
MANFAATKAN LAHAN: Wali Kota Madiun Maidi bersama siswa-siswi dan bayi menanam pohon di kawasan lahan Peceland kemarin (1/1). (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
MANFAATKAN LAHAN: Wali Kota Madiun Maidi bersama siswa-siswi dan bayi menanam pohon di kawasan lahan Peceland kemarin (1/1). (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Upaya Pemkot Madiun membangunkan lahan tidur belum usai. Kemarin (1/1), aset pemkot berupa lahan kosong di sebelah barat kantor dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) setempat disulap menjadi lahan pertanian.

Rencananya, sejumlah pohon buah ditanam penuh di lahan seluas delpan hektare itu. ‘’Kami siapkan lahan untuk ditanami berbagai jenis tanaman. Salah satunya di lahan Peceland ini. Rencananya, setiap kecamatan akan kami siapkan lahan dengan fungsi serupa. Agar aset pemkot bermanfaat,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi.

Penanaman pohon juga untuk menjaga kelestarian lingkungan. Generasi penerus bangsa harus memiliki tanggung jawab besar menjaga dan merawat bumi. ‘’Gerakan menanam ini Menjaga Generasi, Merawat Bumi. Kami ajak pelajar, khususnya TK dan SD untuk menanam pohon. Ini juga masuk dalam pembelajaran sejak dini,’’ jelasnya.

Bahlan, bayi usia sepuluh hari pun turut serta. Namun, wali kota yang mencangkul, menanam hingga menyiram tanaman buah jenis matoa itu. ‘’Kebetulan ada tiga bayi. Kami sediakan bibit pohon satu per satu dan saya sendiri yang menanamkan untuk mereka,’’ ujarnya.

Pohon-pohon tersebut dinamai si penanam. Pohon itu bakal mutlak milik penanam hingga kelak berbuah. Dengan catatan, penanam dan orang tua juga wajib merawat pohon-pohon mereka. ‘’Mereka saat ini masih kecil, kelak dewasa mereka akan memanen dan menikmati hasilnya. Ini sebagai tabungan masa depan,’’ tuturnya.

Anak-anak tak perlu khawatir hendak mengemanakan hasil produksi pohon milik mereka. Selain boleh dikonsumsi sendiri, juga dapat dijual ke rekanan yang telah ditunjuk pemkot. Sehingga, tidak ada alasan ragu ikut menanam pohon. ‘’Alam memberikan kehidupan. Kami menjaga generasi dengan cara merawat bumi. Mereka akan menjadi agen perubahan agar seluruh masyarakat peduli lingkungan,’’ ungkapnya.

Pemanfaatan lahan tidur lainnya di selatan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) II, Nambangan Lor, Manguharjo, sebagai lahan pertanian masih terus berjalan. ‘’Ini juga sebagai upaya menekan inflasi. Hasil pertanian diupayakan dapat memenuhi kebutuhan warga kota di tengah sejumlah harga bahan pokok dan komoditas yang mengalami kenaikan,’’ sebutnya.

Komoditas prioritasnya cabai rawit. Pemkot menyediakan 10 ribu bibit untuk ditanam di lahan tersebut. Warga kota lainnya juga dapat memperoleh bibit cabai gratis dengan syarat ditanam di wilayah kota. ‘’Cabai rawit salah satu komoditas yang sering memicu inflasi. Kami masifkan penanamannya untuk mencukupi kebutuhan warga kota ini. Khususnya, para pelaku usaha pecel,’’ jelasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto
#kota madiun #anak #bayi #Kota Pendekar #reboisasi #Wali Kota Maidi #menanam pohon #merawat bumi