Menurut dia, kebutuhan darah untuk pasien tidak dapat diprediksi. Karena itu, pihaknya terus berupaya mencukupi ketersediaan agar jika sewaktu-waktu dibutuhkan ada. Antara lain, donor darah rutin. ‘’Sejak dua bulan lalu permintaan darah golongan A meningkat. Sehingga stok semakin menipis,’’ ungkapnya.
Data informasi persediaan darah UDD PMI Kota Madiun mencatat, reguler tersedia 485 kantong. Perinciannya, golongan darah A 26 kantong, golongan B 198 kantong, golongan O 202 kantong, dan golongan AB 59 kantong.
‘’Golongan A akan habis dalam empat hari hingga maksimal satu minggu. Golongan lain aman,’’ ujarnya.
Kendati begitu, keterbatasan stok darah golongan tertentu telah diantisipasi. Jika minim pendonor golongan tersebut dikoordinaskan dengan UDD PMI daerah lain terdekat. ‘’Seperti Kabupaten Madiun, Magetan, dan Ponorogo. Minimal stok dua minggu penyimpanan,’’ jelasnya. (mg4/sat) Editor : Hengky Ristanto