‘’Kami butuh 18 PPIH,’’ kata Khoirul Kamami, kasi haji dan umrah kantor Kemenag setempat, Sabtu (14/1).
Perekrutan itu menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Kanwil Kemenag Jatim tertanggal 5 Januari 2023. Pihaknya, menyosialisasikan pengumuman rekrutmen tersebut kepada aparatur sipil negara (ASN), ponpes dan ormas Islam di Kota Madiun. ‘’Di surat edaran itu juga disertakan persyaratannya,’’ ujarnya.
Sistem pendaftaran, lanjut Khamami, dilaksanakan online. Bisa melalui Pusaka Super Apps Kemenag. Rekrutmen PPIH dilakukan berjenjang. ‘’Untuk PPIH kloter tingkat kabupaten/kota, pendaftaran dibuka 6 hingga 13 Januari 2023. Setelah itu akan ada tes tulis sistem CAT,’’ sebutnya.
Dari 18 petugas yang akan direkrut terdiri dari lima bagian. Yakni, sembilan petugas pelayanan akomodasi, dua petugas pelayanan transportasi, lima petugas pelayanan konsumsi, satu petugas pembimbing ibadah, dan satu petugas sistem informasi dan komputerisasi haji terpadu (siskohat).
‘’Sementara baru buka seleksi, jumlahnya belum. Acuannya harus ada kuota dulu baru menentukan kebutuhan petugasnya,’’ ungkapnya.
Di bagian lain, pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari pusat terkait kuota calon jemaah haji (CJH) untuk Kota Madiun.Tahun lalu, ada 100 pendaftar CJH yang terpending keberangkatannya.
‘’Meskipun sudah ada keputusan keberangkatan haji kembali normal seperti sebelum pandemi Covid-19, kami masih menunggu regulasi resmi,’’ jelasnya. (mg4/sat) Editor : Hengky Ristanto