Pagu anggaran proyek tersebut Rp 10 miliar. Empat di rekanan mengajukan penawaran Rp 9 miliar hingga Rp 9,4 miliar. ‘’Rabu lalu (8/2), kami sudah preconstruction meeting (rapat persiapan pelaksanaan) dengan pihak rekanan pemenang lelang,’’ kata Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Sulistya Pambudi kemarin (12/2).
Uut, sapaan akrabnya, memastikan rekanan pemenang lelang telah lolos menjalani sejumlah tahapan tender. Mulai evaluasi administrasi, kualifikasi hingga harga. Dengan harga penawaran dan harga terkoreksi Rp 9,4 miliar. ‘’Insya Allah akhir Februari mulai pelaksanaan pekerjaan,’’ ujarnya.
Dia menyebutkan, paket proyek pembangunan pondok lansia meliputi pengurukan lahan, pagar, bangunan pondok serta lanskap. Estimasi waktu pengerjaan sekitar tujuh bulan. Target rampung September mendatang. ‘’Kami optimistis rampung sesuai target. Pondok lansia masuk proyek skala prioritas atau strategis wali kota,’’ yakinnya.
Pondok lansia dibangun di atas lahan selus sekitar dua hektare di kawasan Lapak Bumi Sumendung, Klegen, Kartoharjo. Menurut dia, gedung memang sudah waktunya dibangun. Sebab, lahan dan akses ke lokasi telah disiapkan dan dirampungkan tahun lalu.
Sesuai konsep awal, pondok lansia terdiri dari dua asrama. Yakni, perempuan dan laki-laki. Pun, bakal ada pekerjaan tambahan atau pengembangan fasilitas. Sebab, bakal dibangun masjid dengan anggaran Rp 3,5 miliar di APBD 2023. ‘’Untuk pengembangan akan dikerjakan bertahap,’’ pungkasnya. (ggi/sat)
PROYEK PONDOK LANSIA
- Pagu anggaran: Rp 10.500.000.000
- HPS: Rp 10.437.000.000
- Harga penawaran dan terkoreksi: Rp 9.404.869.000
- Paket pekerjaan: Pengurukan lahan, pagar, banguan pondok, lanskap
- Progres: Preconstruction meeting
- Target mulai pengerjaan: Akhir Februari
- Target selesai: September