Pun, lanjut Thariq, dua persen itu masuk kategori rusak ringan hingga sedang. Kategori rusak ringan mayoritas karena faktor alam. Yakni, retak atau menggelembung akibat cuaca. Sedangkan kategori sedang, belum diaspal alias masih berupa tanah.
Umumnya, akses menuju area persawahan. ‘’Pemeliharaan rutin kami lakukan setiap tahun. Khususnya di ruas jalan protokol,’’ ujarnya.
Tak hanya tambal sulam, tahun ini pihaknya ada empat paket proyek pemeliharaan jalan. Namun, hanya tiga paket yang dapat dilaksanakan pada awal Maret mendatang. Sebab, satu paket lainnya harus retender. ‘’Sementara yang segera dilaksanakan paket II, III dan IV. Sedangkan paket I masih lelang ulang,’’ ungkapnya.
Thariq menjelaskan, empat paket proyek tersebut menyasar total ruas jalan sepanjang 10,978 kilometer. Perinciannya, paket I sepanjang 2,432 kilometer, paket II menyasar 2,537 kilometer, paket III sepanjang 3,751 kilometer dan paket IV 2,258 kilometer. ‘’Total anggaran empat paket itu sekitar Rp 13,5 miliar,’’ sebutnya.
Thariq menambahkan, sejumlah ruas jalan tersebut bakal diaspal ulang. Sebab, telah rusak atau retak. Menurut dia, upaya tersebut untuk menjaga kondisi jalan tetap baik. Pun, meningkatkan kenyamanan, keamanan dan keselamatan pengguna jalan. ‘’Setiap tahun insya Allah ada. Baik pada awal maupun akhir tahun,’’ jelasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto