Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tersisa 39 KRS Belum Mengambil Bantuan

Hengky Ristanto • Senin, 8 Mei 2023 | 19:17 WIB
BANTUAN: Penyaluran bantuan telur dan ayam dilakukan lewat kantor pos. (WAHYU R. WIBOWO FOR JAWA POS RADAR MADIUN)
BANTUAN: Penyaluran bantuan telur dan ayam dilakukan lewat kantor pos. (WAHYU R. WIBOWO FOR JAWA POS RADAR MADIUN)
KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemerintah semakin serius menekan angka gangguan pertumbuhan pada anak. Kali ini melalui pembagian bantuan sosial pangan kepada 260 keluarga rawan stunting (KRS). ‘’Ini merupakan kombinasi program BKKBN dan Kementerian Kesehatan untuk menekan angka stunting di daerah,’’ kata Wahyu R. Wibowo, petugas penyaluran bantuan Kantor Pos KCU Madiun, kemarin (6/5).

Wahyu menjelaskan, bantuan berupa telur dan daging ayam itu disalurkan selama tiga bulan ke depan. ‘’Sampai Jumat lalu (5/5) sudah 221 KRS yang menerima bantuan tersebut. Tersisa 39 KRS yang belum mengambil bantuan,’’ ungkapnya.

Setiap KRS, lanjut dia, menerima satu paket berisi 10 butir telur dan satu potong daging ayam karkas. Yakni, tanpa kepala, jeroan, dan kaki, dengan berat berkisar 0,9 hingga 1,1 kilogram. ‘’Daging ayam yang diberikan dalam bentuk beku sehingga tidak mudah basi,’’ tutur Wahyu.

Apa saja kriteria KRS yang berhak mendapat bantuan? Wahyu menyebutkan, ada beberapa kategori. Di antaranya, ibu hamil, ibu menyusui, dan memiliki balita usai di bawah 5 tahun yang tumbuh kembangnya kurang baik. ‘’Sasarannya tersebar di tiga kecamatan. Taman 112 KRS, Manguharjo 92, dan Kartoharjo 56,’’ bebernya. (mg4/isd) Editor : Hengky Ristanto
#bantuan sosial pangan #keluarga rawan stunting #penanganan kasus stunting