Pandita Muda Samar Sudhanu, pengurus di Cetiya Giri Bhanda Sukhavati mengatakan, persiapan Waisak telah dilakukan sejak 3 Mei lalu. Mulai dari pendalaman dharma dan dekorasi wihara dengan berbagai macam bunga serta pernak-pernik.
Sementara dalam prosesi keagamaan, umat Buddha melakukan tradisi puja bakti yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan syair. Pada Waisak tahun ini, para umat Buddha bertekad untuk memperbaiki diri agar ke depannya menjadi lebih baik. ‘’Perayaaan Waisak kali ini tidak ada bedanya dengan sebelumnya. Semua mempunyai tujuan yang sama, yaitu memperbaiki diri,’’ kata Samar.
Samar mengungkapkan, peringatan Waisak tahun ini mengangkat tema Memperkokoh Moral, Membangun Kedamaian Bangsa. Adapun maksudnya, membangun karakter umat menjadi hal utama dalam perkembangan bangsa.
Menurutnya, di era yang serba digital dan keterbukaan saat ini, siapa saja dan di mana saja orang bisa melihat berbagai sudut pandang karakter. Karena itu, dia berpesan moral harus ditata. ‘’Kalau diri manusia dipagari moral baik ya sudah akan melakukan hal baik. Sebab, moral itu penting,’’ ujarnya.
Pun, pada tahun ini, pihaknya menyebutkan lebih dari 30 umat mengikuti perayaan Waisak di Candi Borobudur. Sementara itu, perayaan Waisak di Kota Madiun kali ini dilakukan tanpa ada pembagian sesi ibadah. (mg4/her) Editor : Hengky Ristanto