‘’Untuk naskah kuno dan manuskrip sudah terdigitalisasi semua. Tinggal sebagian koleksi langka saja yang belum terdigitalisasi,’’ kata Kabid Perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun Satriyo Priyo Handoko kemarin (6/6).
Dia mengatakan, proses digitalisasi naskah kuno maupun koleksi langka itu dilakukan dengan menggunakan alat scanner. Sehingga tidak merusak benda tersebut. ‘’Cukup dengan membuka naskah per halaman dan dilakukan scan. Maka akan tersimpan naskah kuno secara digital,’’ jelas mantan kepala bapenda tersebut.
Satriyo menyatakan, pihaknya mempunyai target setiap tahunnya dalam mendigitalisasi naskah kuno dan koleksi langka. Tahun ini misalnya, empat naskah kuno telah terdigitalisasi. Meliputi Langendriya Mandraswara, Wedhatama Winardi, Adiparwa Jilid I dan II.
‘’Mengingat sulitnya untuk mendapatkan koleksi langka yang didalamnya terdapat naskah kuno dan yang diizinkan untuk dilakukan proses digitalisasi, maka kami cukup hati-hati dalam menentukan target tiap tahun. Kami sesuaikan dengan realisasinya saja,’’ terang Satriyo. (mg4/her) Editor : Hengky Ristanto