Kota Madiun Menuju Smart City, Realisasi Konsep Sentuh 80 Persen

Mizan Ahsani • Dipublikasikan Selasa, 4 Juli 2023 | 18:30 WIB
BERBASIS TEKNOLOGI: Pembangunan konsep kota pintar yang dijalankan Pemkot Madiun sudah berjalan sejak 2019 lalu. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
BERBASIS TEKNOLOGI: Pembangunan konsep kota pintar yang dijalankan Pemkot Madiun sudah berjalan sejak 2019 lalu. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Konsep kota pintar atau smart city terus dikembangkan di Kota Madiun. Sejak dirintis pada 2019 lalu, progres pembangunan sekaligus layanan berbasis teknologi di Kota Madiun telah mencapai 80 persen. ‘’Masih ada sekitar 10–20 persen program berbasis smart city yang belum selesai dan tengah dikejar. Untuk sisanya, Insya Allah sudah selesai,’’ kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Madiun Noor Aflah kemarin (3/7).

Indikator kota pintar yang belum selesai itu terkait sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE). Pada tahun ini, indeks tersebut tak tercapai karena perubahan kebijakan dari pusat. Meski demikian, capaian Kota Madiun masuk dalam kategori baik. ‘’Masih ada kategori sangat baik, itu yang akan dikejar,’’ ujarnya.

Menurut Aflah, konsep smart city tidak hanya soal digitalisasi dan teknologi informasi. Namun, tentang bagaimana pemerintah daerah (pemda) mengubah, membangun serta menata kotanya menjadi lebih baik dan maju. Dalam membangun smart city, lanjut dia, pemkot mengusung enam dimensi. Antara lain, smart environment, smart government, smart economy, smart branding, smart society, dan smart living.

Aflah menggaris bawahi bahwa kemampuan serta pemahaman Wali Kota Maidi hingga visi-misi yang ada dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) berkaitan dengan smart city menjadi salah satu faktor besar. Sehingga Kota Madiun menuju smart city. ‘’Artinya, gagasan smart city ini diusung sejak penyusunan RPJMD, bukan setelahnya. Sehingga, tidak heran jika semua rencana pembangunan smart city berjalan on the track,’’ terang mantan sekretaris diskominfo itu.

Selama ini, pembangunan smart city yang mencolok adalah penataan Pahlawan Street Center (PSC) dan inovasi mengubah sampah menjadi gas metana. Selain itu, ada layanan internet gratis atau wireless fidelity (WiFi) di 2.900 titik dengan 3.194 layanan hingga pembagian laptop pinjam-pakai siswa SD-SMP sebanyak 14.825 unit. ‘’Nyaris semua program pembangunan berlandaskan smart city. Termasuk pelayanan di masing-masing OPD (organisasi perangkat daerah),’’ terang Aflah.

Pihaknya memastikan seluruh OPD di Kota Madiun telah menerapkan layanan berbasis teknologi. Seperti penggunaan timer switch digital pada semua lampu penerangan jalan umum (PJU) yang dikendalikan lewat smartphone. Menurut Aflah, pemanfaatan teknologi internet of things (IoT) itu juga dapat mendeteksi kerusakan lampu PJU. ‘’Dengan begini, pemkot bisa menghemat (anggaran) dari sisi operasional dan penggunaan listrik,’’ pungkasnya. (ggi/her)

Editor : Mizan Ahsani
kota madiun smart city diskominfo