Gaya Hidup Internasional Jatim Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Opini Pacitan Ponorogo

Harga Cabai Melonjak, Gerakan Pangan Murah di Madiun Diserbu Warga

Erlita H • 2026-03-09 01:00:00

PASAR MURAH: Warga antre membeli bahan pokok dalam Gerakan Pangan Murah di Kelurahan Tawangrejo, Kota Madiun. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
PASAR MURAH: Warga antre membeli bahan pokok dalam Gerakan Pangan Murah di Kelurahan Tawangrejo, Kota Madiun. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Antusiasme warga berburu bahan pokok murah menjelang Lebaran terlihat di Kelurahan Tawangrejo, Kecamatan Kartoharjo, kemarin (8/3).

Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Madiun diserbu pembeli sejak pagi.

Kabid Ketahanan Pangan DKPP Kota Madiun Sumini mengatakan kegiatan mulai dibuka pukul 07.00.

Hingga pukul 09.00 antrean warga masih panjang.

’’Masih ada sekitar 100 orang yang antre untuk berbelanja,’’ ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut DKPP bekerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih menyediakan berbagai kebutuhan pokok.

Di antaranya 100 pack beras SPHP, 600 liter minyak goreng, 50 pack beras medium, 20 pack beras premium, 100 kilogram gula, serta 50 kilogram telur.

Menurut Sumini, GPM digelar untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan agar tetap terjangkau bagi masyarakat.

Selain itu, kegiatan tersebut menjadi upaya pemerintah mengendalikan inflasi serta meningkatkan daya beli masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Lebaran.

Program GPM digelar sejak 13 Februari hingga 12 Maret dengan menyasar 15 titik kelurahan di Kota Madiun.

Terkait kenaikan harga cabai rawit yang sempat menembus Rp 90 ribu per kilogram, DKPP juga melakukan intervensi melalui GPM bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Namun komoditas cabai rawit tidak selalu disediakan dalam setiap pelaksanaan GPM.

’’Menjelang Lebaran biasanya masyarakat lebih membutuhkan beras, minyak goreng, gula, dan telur,’’ jelasnya.

Dia menilai kenaikan harga cabai rawit dipengaruhi faktor cuaca.

Musim hujan membuat proses panen terganggu sehingga pasokan berkurang.

’’Ketika kebutuhan lebih tinggi dari ketersediaan, otomatis harga akan naik,’’ katanya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#harga bahan pokok madiun #gerakan pangan murah madiun #MADIUN #pasar murah madiun #inflasi madiun