Jawa Pos Radar Madiun – Mobilitas masyarakat pada momen Lebaran masih tinggi.
Memasuki hari kedua Idul Fitri 1447 Hijriah, jumlah penumpang kereta api di wilayah Daop 7 Madiun justru meningkat.
Data PT KAI mencatat, pada Minggu (22/3), total penumpang mencapai 26.417 pelanggan.
Terdiri dari 13.846 penumpang naik dan 12.571 penumpang turun.
Angka tersebut naik sekitar 8 persen dibandingkan Sabtu (21/3) yang mencapai 24.449 pelanggan.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan, tren tersebut menunjukkan mobilitas masyarakat masih tinggi selama libur Lebaran.
“Ini menunjukkan mobilitas masyarakat masih tinggi pada masa libur Lebaran,” ujarnya.
Secara kumulatif, selama masa Angkutan Lebaran (11 Maret–1 April 2026), total penumpang mencapai 369.559 pelanggan.
Rinciannya, 173.795 penumpang naik dan 195.764 penumpang turun.
Puncak penumpang naik terjadi pada 22 Maret sebanyak 13.846 pelanggan.
Sedangkan penumpang turun tertinggi tercatat pada 18 Maret mencapai 15.131 pelanggan.
Untuk Senin (23/3), volume penumpang diperkirakan masih tinggi. Data sementara mencapai 22.566 pelanggan.
Terdiri dari 12.954 penumpang naik dan 9.612 penumpang turun.
Stasiun Madiun menjadi titik tersibuk dengan 8.633 pelanggan.
Disusul Stasiun Kediri 2.286 pelanggan, Jombang 2.220, Tulungagung 2.001, Ngawi 1.895, dan Kertosono 1.859.
Tohari mengimbau penumpang memperhatikan barang bawaan serta mematuhi aturan selama di stasiun maupun di dalam kereta.
“Datang lebih awal dan ikuti arahan petugas demi kelancaran perjalanan,” tegasnya. (her)
Editor : Hengky Ristanto