Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dosen UNESA: Coffee Shop di Madiun Kini Jadi Ruang Sosial Anak Muda

Erlita H • Minggu, 29 Maret 2026 | 16:30 WIB
Suasana coffee shop di Madiun yang kini berfungsi sebagai ruang sosial dan tempat berkumpul komunitas. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Suasana coffee shop di Madiun yang kini berfungsi sebagai ruang sosial dan tempat berkumpul komunitas. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Menjamurnya coffee shop di Kota Madiun tak sekadar mencerminkan pertumbuhan bisnis kuliner.

Fenomena ini juga menandai pergeseran cara masyarakat memaknai kopi.

Dosen Ilmu Komunikasi UNESA Kampus Magetan Wahyu Mahesa Miarta mengatakan, coffee shop kini berfungsi sebagai ruang sosial baru atau third place.

’’Bukan hanya tempat minum kopi, tapi menjadi jembatan antara rumah dan tempat kerja atau kampus,’’ ujarnya.

Menurutnya, coffee shop telah berkembang menjadi ruang aktivitas sosial.

Mulai belajar bersama, diskusi, bekerja, hingga berkumpul komunitas.

Kondisi tersebut menjadikan coffee shop sebagai medium komunikasi sosial yang aktif di tengah masyarakat.

’’Di situ orang berinteraksi dan membangun komunikasi secara personal,’’ jelasnya.

Dia menilai, minat anak muda terhadap coffee shop juga dipengaruhi perubahan orientasi.

Konsumen tidak lagi sekadar mencari rasa kopi, tetapi juga pengalaman dan identitas.

Dosen Ilmu Komunikasi UNESA Kampus Magetan Wahyu Mahesa Miarta
Dosen Ilmu Komunikasi UNESA Kampus Magetan Wahyu Mahesa Miarta

’’Coffee shop menjadi alat komunikasi nonverbal untuk menunjukkan selera dan preferensi,’’ terangnya.

Peran media sosial turut memperkuat tren tersebut.

Platform seperti Instagram dan TikTok menjadi etalase visual yang mendorong promosi secara organik.

’’Pengalaman konsumen yang dibagikan menjadi promosi efektif dan menciptakan efek berantai,’’ katanya.

Di sisi lain, coffee shop kini berkembang menjadi ruang kreatif.

Tidak hanya transaksi, tetapi juga menghadirkan kegiatan seperti live musik, diskusi, hingga aktivitas komunitas.

Hal itu dinilai mampu membangun kedekatan emosional dengan pelanggan.

’’Konsumen tidak hanya pembeli, tapi menjadi bagian dari komunitas,’’ ujarnya.

Karena itu, pelaku usaha dituntut tidak hanya menjual produk, tetapi juga menghadirkan pengalaman serta membangun narasi brand.

’’Yang dijual bukan hanya kopi, tapi pengalaman dan rasa memiliki,’’ tandasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#coffee shop madiun #budaya nongkrong #third place #wahyu mahesa #Gen Z #madiun #Komunitas