Jawa Pos Radar Madiun – Suasana hening dan penuh haru menyelimuti Gereja Katolik Paroki Mater Dei Madiun, Jumat (3/4).
Ratusan umat larut dalam visualisasi Jalan Salib yang diperankan Orang Muda Katolik (OMK).
Adegan sengsara Yesus Kristus ditampilkan dramatis. Mulai penangkapan di Getsemani hingga penyaliban di Kalvari.
Jemaat yang hadir ikut larut dalam suasana. Bahkan, sebagian meneteskan air mata.
Pemeran Yesus, Antonius Dimas Surya Desba, mengaku mengalami tekanan emosional selama pementasan.
Terlebih, pemeran Bunda Maria merupakan ibu kandungnya sendiri.
’’Perasaannya campur aduk. Lebih menghayati,’’ ujarnya.
Mahasiswa Politeknik Negeri Madiun itu menjalani latihan sekitar satu bulan.
Ia juga mendalami peran melalui film dan meditasi.
Tantangan utama muncul saat adegan pencambukan yang menuntut ekspresi realistis.
Diakon, Mikhael Varian Toar Derian, mengatakan visualisasi tersebut tidak hanya menggambarkan penderitaan.
’’Pesan utamanya tentang cinta dan pengorbanan,’’ jelas calon romo itu.
Ia menambahkan, ibadat Jalan Salib menjadi bagian dari rangkaian Tri Hari Suci hingga Paskah.
Kegiatan melibatkan puluhan OMK dan umat dengan peserta sekitar 50–60 orang.
’’Secara keseluruhan visualisasi seperti tahun sebelumnya. Hanya saja, konsepnya yang berbeda,’’ katanya.
Ketua Panitia Paskah Paroki Santo Cornelius Madiun, Albertus Putut Triwidagdo, menyebut visualisasi kembali digelar tahun ini setelah sempat absen.
’’Antusias umat cukup tinggi,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto