Jawa Pos Radar Madiun – Capaian siswa lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di wilayah Madiun meningkat pada 2026.
Total 931 pelajar berhasil menembus perguruan tinggi negeri.
Jumlah tersebut naik dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 894 siswa.
Kasi SMA/PKPLK Cabdindik Jawa Timur Wilayah Madiun Canggih Swantaka Yoganendi menyebut peningkatan ini dipengaruhi strategi pendampingan yang lebih intens.
’’Alhamdulillah ada peningkatan dari 894 menjadi 931,’’ ujarnya, kemarin (7/4).
Baca Juga: Jelang Sidang Tipikor, Sugiri Sancoko Minta Maaf ke Warga Ponorogo
Menurutnya, kendala utama bukan pada kemampuan akademik siswa, melainkan ekspektasi yang terlalu tinggi dalam memilih jurusan.
Banyak siswa tetap memaksakan masuk jurusan favorit seperti kedokteran, meski nilai belum kompetitif.
’’Kadang anak maunya kedokteran semua. Padahal nilainya tidak mencukupi,’’ jelasnya.
Karena itu, sekolah didorong melakukan rasionalisasi pilihan jurusan sejak awal.
Pendampingan juga melibatkan orang tua untuk menyamakan persepsi.
Baca Juga: Bok Malang Meluap, 120 KK di Madiun Terdampak Banjir
Perbedaan keinginan antara siswa dan orang tua kerap menjadi penghambat peluang lolos SNBP.
’’Kita samakan persepsi agar tidak memaksakan pilihan,’’ katanya.
Canggih menilai fenomena tersebut justru banyak terjadi di sekolah favorit. Siswa cenderung idealis dan enggan mengubah pilihan jurusan.
Akibatnya, peluang lolos SNBP menjadi lebih kecil.
’’Kalau tidak mau diubah, akhirnya tidak lolos. Biasanya nanti unggul di jalur tes,’’ terangnya.
Selain jalur SNBP, capaian juga datang dari program golden ticket. Sebanyak 17 siswa diterima perguruan tinggi melalui jalur tersebut.
Baca Juga: Antisipasi Banjir, Pemkab Magetan Keruk Drainase 1,5 Km
Program ini diberikan oleh kampus seperti ITS dan Universitas Airlangga bagi siswa berprestasi.
’’Ini juga menambah capaian kita,’’ ujarnya.
Ke depan, pihaknya menyiapkan strategi menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) di jenjang SMA.
Namun, penerapannya dalam seleksi perguruan tinggi masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
Pendampingan siswa akan diperkuat melalui peran guru bimbingan konseling (BK).
’’Guru BK jadi ujung tombak pendampingan siswa,’’ tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto