Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tak Mau Asal Bangun, Pemkot Madiun Kaji Ulang Fungsi Kampung Jepang-Korea

Hengky Ristanto • Senin, 13 April 2026 | 07:45 WIB
Kampung Jepang dan Korea di Kota Madiun disiapkan menjadi kawasan wisata edukasi. Pemkot masih mematangkan konsep sebelum pembangunan dilanjutkan. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Kampung Jepang dan Korea di Kota Madiun disiapkan menjadi kawasan wisata edukasi. Pemkot masih mematangkan konsep sebelum pembangunan dilanjutkan. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

MADIUN – Kelanjutan pembangunan Kampung Jepang dan Korea di Kota Madiun belum akan dikebut.

Pemkot memilih menahan proyek tersebut sembari mematangkan konsep fungsi kawasan.

Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun menegaskan, saat ini fokus utama adalah menyamakan persepsi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat dalam pengembangan kawasan tersebut.

’’Harus satu persepsi dulu. Kampung Jepang dan Korea ini nanti dimanfaatkan untuk apa,’’ ujarnya, kemarin (12/4).

Menurut Bagus, kejelasan konsep menjadi kunci sebelum pembangunan dilanjutkan.

Termasuk penentuan pihak yang akan bertanggung jawab dalam pengelolaan dan perawatan kawasan.

’’Siapa yang handle, siapa yang merawat harus jelas,’’ tegasnya.

Saat ini, pemkot tengah merampungkan pembenahan konsep.

Targetnya, hasil kajian tersebut selesai pada akhir bulan ini untuk kemudian dilaporkan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Arah pengembangan tetap menitikberatkan pada sektor pariwisata.

Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) disiapkan menjadi leading sector dalam pengelolaan kawasan.

Namun, konsep yang disusun tidak hanya berfokus pada wisata.

Pemkot membuka peluang pengembangan sektor edukasi sebagai nilai tambah kawasan.

Salah satunya melalui edukasi pertanian hingga laboratorium bahasa yang berpotensi dikolaborasikan dengan perguruan tinggi di Madiun.

’’Bisa dikembangkan edukasi tanaman dan lab bahasa, nanti dikomunikasikan dengan kampus yang ada di Madiun,’’ jelasnya.

Di sisi lain, pemkot juga mulai mempertimbangkan aspek aksesibilitas kawasan.

Meski demikian, pembangunan fisik belum menjadi prioritas dalam waktu dekat.

Fokus saat ini masih pada penajaman fungsi kawasan agar arah pengembangan lebih terukur dan berkelanjutan.

’’Belum mengarah ke (pembangunan) fisik, kami lebih ke fungsi dulu untuk apa nanti (Kampung Jepang dan Korea),’’ kata Bagus. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#kampung korea madiun #Kampung Jepang Madiun #Plt Wali Kota Madiun #Disbudparpora Madiun #wisata madiun