Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Monev LPG 3 Kg di Madiun, Pemkot Pastikan Stok Aman dan Harga Sesuai HET

Erlita H • Senin, 13 April 2026 | 09:20 WIB
Petugas memantau distribusi LPG 3 kg di SPBE. Pemkot Madiun memastikan stok aman dan harga sesuai HET di pangkalan. FOTO: PERTAMINA PATRANIAGA
Petugas memantau distribusi LPG 3 kg di SPBE. Pemkot Madiun memastikan stok aman dan harga sesuai HET di pangkalan. FOTO: PERTAMINA PATRANIAGA

MADIUN – Distribusi LPG 3 kilogram atau gas melon di Kota Madiun dipastikan aman dan sesuai ketentuan.

Hasil monitoring dan evaluasi (monev) menunjukkan stok melimpah serta penyaluran berjalan lancar.

Kegiatan monev melibatkan bagian perekonomian, Dinas Perdagangan (Disdag), Hiswana Migas, serta PT Pertamina Patra Niaga.

Pemeriksaan dilakukan di tiga agen, tiga pangkalan, dan satu pengecer.

Hasilnya, tidak ditemukan kendala berarti, baik dari sisi stok maupun distribusi.

’’Alhamdulillah, stok aman dan pendistribusian sesuai kuota,’’ ujar Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disdag Kota Madiun Siti Nurjanah, kemarin (12/4).

Dalam skema distribusi, agen menyalurkan LPG ke puluhan pangkalan.

Setiap pangkalan menerima sekitar 60–75 tabung per pengiriman dengan frekuensi satu hingga tiga kali dalam sepekan.

Kota Madiun mendapatkan alokasi sekitar 9.944 metrik ton LPG 3 kg per tahun atau setara 3.314.666 tabung.

Distribusi dilakukan melalui 12 agen dan sekitar 400 pangkalan yang tersebar di tiga kecamatan.

Terkait harga, masyarakat diimbau membeli langsung di pangkalan agar memperoleh harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 18 ribu per tabung.

Sementara itu, harga di tingkat pengecer berkisar Rp 19 ribu hingga Rp 20 ribu.

Selisih tersebut dipicu adanya layanan tambahan seperti pengantaran dan pemasangan tabung.

’’Selisih harga di pengecer itu umumnya karena layanan tambahan, seperti diantar ke rumah dan dipasangkan,’’ jelasnya.

Siti menegaskan, pengecer tidak termasuk dalam rantai distribusi resmi.

Karena itu, pengawasan difokuskan hingga tingkat pangkalan.

Berdasarkan kajian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), konsumsi ideal LPG 3 kg untuk rumah tangga kecil sekitar empat tabung per bulan.

Selain itu, masyarakat mampu dan pelaku usaha didorong beralih ke LPG non-subsidi seperti brightgas dan bluegas agar penyaluran subsidi lebih tepat sasaran.

’’Kalau masyarakat ingin harga sesuai HET, sebaiknya beli di pangkalan. Tapi dengan konsekuensi mengambil dan memasang sendiri,’’ pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#gas melon madiun #stok LPG aman #pertamina patra niaga #distribusi lpg #lpg 3 kg madiun